Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Lahan Sitaan Satgas PKH di Camba Terbakar, Halikinnor Minta Perusahaan Turun Tangan

Redaksi 20-10-2026, 10:27 WIB 2 menit baca
Bupati Kotim, Halikinnor cek lahan yang terbakar di Desa Camba akibat karhutla. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Bupati Kotim, Halikinnor cek lahan yang terbakar di Desa Camba akibat karhutla. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Camba, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menjadi perhatian Bupati Halikinnor. Pasalnya, api membakar sejumlah lahan yang telah disita Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), meski kawasan tersebut diketahui belum ditanami.

Saat meninjau langsung lokasi kebakaran, Selasa (20/10/2026), Halikinnor meminta seluruh pihak meningkatkan kepedulian dan memperkuat kerja sama untuk mempercepat pemadaman sekaligus mencegah api meluas.

“Area yang terbakar ini memang kawasan yang selama ini menjadi sitaan PKH. Sebenarnya lahan ini belum ada tanamannya, tetapi sekarang terbakar dan sedang dipadamkan oleh masyarakat bersama tim pemadam kita,” ujarnya.

Kebakaran di kawasan tersebut menjadi perhatian karena api terus membutuhkan penanganan di lapangan. Pemadaman dilakukan oleh masyarakat bersama tim pemadam, dengan dukungan sejumlah pihak yang turut mengerahkan sumber daya untuk mengendalikan api.

Di tengah upaya pemadaman, Halikinnor mengapresiasi keterlibatan sejumlah perusahaan yang ikut membantu meskipun lokasi kebakaran berada di luar wilayah perkebunan mereka.

Ia menyebut perwakilan perusahaan dari grup Musim Mas, termasuk PT Sukajadi, telah mengerahkan alat berat dan personel untuk mendukung penanganan karhutla. Bantuan juga mencakup penyewaan helikopter untuk melakukan water bombing atau pengeboman air guna membantu memadamkan api dari udara.

“Mereka tidak hanya menurunkan alat berat dan tim untuk membantu pemadaman, tetapi juga sampai menyewa helikopter untuk water bombing, padahal kebun mereka bukan berada di lokasi ini,” kata Halikinnor.

Menurutnya, dukungan lintas pihak sangat diperlukan ketika kebakaran terjadi di kawasan yang luas dan membutuhkan penanganan intensif. Keterlibatan perusahaan, masyarakat, dan tim pemadam diharapkan dapat mempercepat pengendalian api.

Halikinnor juga meminta perusahaan lain, terutama yang wilayahnya berbatasan langsung dengan lokasi kebakaran, agar ikut berperan aktif dalam upaya pemadaman dan pencegahan.

Salah satu langkah yang dinilai penting adalah memperkuat sekat bakar untuk menghambat penjalaran api ke area lain. Namun, keberadaan sekat bakar perlu dibarengi kesiapsiagaan personel, pemantauan kondisi lapangan, serta respons cepat ketika muncul titik api.

“Kalau sejak awal bisa ditangani, mungkin kebakaran tidak akan memanjang seperti sekarang. Karena itu, saya meminta semua pihak memiliki kepedulian dan bersama-sama membantu penanganan karhutla,” tegasnya.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, perusahaan, dan tim pemadam terus diperkuat agar kebakaran di kawasan Camba dapat segera dikendalikan.

Penanganan sejak dini menjadi kunci untuk mencegah api menjalar lebih luas, sekaligus mengurangi dampak karhutla terhadap lingkungan dan masyarakat di Kabupaten Kotim. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard