Tiga Napi Kabur Berencana Lari ke Luar Negeri
SB, PALANGKA RAYA – Ternyata empat orang narapidana yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palangka Raya berencana melarikan diri ke luar negeri (Malaysia).
Tetapi aksi mereka gagal setelah berhasil diringkus oleh tim gabungan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dimana tiga orang yang diamankan diantara Jihat Aji Nurmoko, Pancareno dan Prihantoro.
Tiga napi tersebut sempat melakukan aksi curanmor di wilayah Kota Palangka Raya dan sepeda motor hasil curiannya digunakan kabur ke Kabupaten Kotawaringin Timur.
Dirreskrimum Polda Kalteng, Kombes Pol Faisal Napitupulu mengatakan, bahwa awal penangkapan petugas berhasil mengamankan Jihat Aji Nurmoko di mess perkebunan kelapa sawit PT Agro Sampit kemudian dikembangkan dan mendapat dua tersangka lagi yang hanya selisih beberapa jam.
"Narapidana yang berhasil diamankan saat ini ada tiga orang satu meninggal dunia. Untuk tersangka Abdul Rahman kasus pemerkosaan dengan kekerasan masih berstatus sebagai DPO dan sedang dalam pengejaran petugas," kata Kombes Pol Faisal Napitupulu.
Dijelaskan Kombes Pol Faisal Napitupulu, dari pemeriksaan saksi-saksi mereka akan melarikan diri ke Malaysia karena salah satu dari mereka pernah kerja di Malaysia dan Brunei Darussalam melalui Kalimantan Barat.
Jalur-jalur yang diduga menjadi jalan untuk pelarian mereka yakni dari rute Katingan, Sampit, Pangkalan Bun untuk menutup akses jalan tersebut. Mereka dicegat oleh petugas Polres Kotim, Polres Kasongan dan Polres Kobar sehingga untuk pelarian mudah terpantau.
"Mereka saat itu bersama-sama di Kabupaten Kotim dan pelaku Abdul Rahman sudah pisah sejak di Kota Palangka Raya, saat ini masih kita lakukan penyelidikan dan pengejaran. Beberapa barang bukti berupa gunting, handphone, kunci dan badik berhasil diamankan polisi," ungkapnya.
Ditambahkannya, Abdul Rahman kasus pemerkosaan masih berstatus DPO dan ultimatum untuk segera menyerahkan diri. Karena cepat atau lambat pasti akan tertangkap apabila napi ini membahayakan petugas atau masyarakat akan dilakukan tindakan tegas dan terukur.
Pada saat pelarian terlihat tiga orang pelaku melewati belakang rumah rumah warga dengan membawa tikar serta kantong plastik dan tas terekam kamera CCTV warga.
Sementara Kadivpas Danang Yudiawan mengatakan, mereka melarikan diri dengan cara mengikat tralis besi saling kerja sama membengkokkan menggunakan kain, kemudian setelah keluar mengarah ke gudang ganset melompat dua tembok dan menutup kawat duri menggunakan sajadah dan memakai sarung untuk turun tembok.
Para napi ini turun langsung setelah melompati dua tembok berjalan mengendap-endap dan keluar ke arah Jalan Tjilik Riwut depan lapas langsung masuk kedalam taman makam pahlawan sekitar pukul 23.30 menit. Kawat berduri yang ada aliran listrik di tutup memakai sajadah dan otak pelaku pelarian ini adalah dua orang yakni Prihantoro dan Jihat.
"Tidak menutup kemungkinan aksi mereka ini jelas sudah direncanakan namun untuk keterangan lebih lanjut masih akan kita dalami karena mereka baru saja tertangkap," pungkasnya. (ab/sb)