Seluruh Korban Ditemukan, Bangkai Helikopter MI-17V5 Segera Dievakuasi
SB, SAMPIT - Seluruh korban kecelakaan helikopter MI-17V5 milik Penerbangan TNI Angkatan Darat (Penerbad) yang jatuh di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng), akhirnya berhasil ditemukan.
Dari delapan personel yang berada di dalam helikopter, tiga orang dinyatakan meninggal dunia, sementara lima lainnya selamat.
Setelah seluruh korban berhasil dievakuasi, TNI Angkatan Darat akan melakukan evaluasi terhadap bangkai helikopter sebelum menentukan langkah penanganan dan proses evakuasi selanjutnya.
Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin mengatakan, evaluasi terhadap kondisi bangkai pesawat akan dilakukan oleh TNI AD, khususnya satuan Penerbad. Langkah tersebut diperlukan untuk menentukan tindakan yang tepat terhadap helikopter yang masih berada di dasar perairan.
"Untuk pesawatnya nanti akan dilakukan evaluasi oleh TNI AD, khususnya Penerbad. Kita lihat langkah selanjutnya seperti apa," ujarnya.
Zainul memastikan seluruh delapan personel yang berada di dalam helikopter telah ditemukan. Korban terakhir ditemukan pada Jumat (6/11/2026) sekitar pukul 08.30 WIB, dalam kondisi masih berada di dalam badan helikopter yang tenggelam.
"Alhamdulillah, semuanya sudah ditemukan dari delapan personel yang ada. Lima orang selamat dan tiga orang meninggal dunia," ungkapnya.
Korban terakhir yang ditemukan diketahui bernama Anumerta Eri. Setelah proses evakuasi, jenazah akan dibawa ke keluarganya di Trenggalek, Jawa Timur, untuk dimakamkan.
Menurut Zainul, pencarian korban dimulai sejak pukul 06.00 WIB dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, angin, dan gelombang di lokasi kejadian. Tim SAR kemudian berhasil menemukan korban terakhir sekitar pukul 08.30 WIB.
Meski operasi pencarian korban telah selesai, Zainul mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati lokasi jatuhnya helikopter. Pasalnya, masih terdapat potensi bahaya dari komponen kelistrikan pada bangkai pesawat.
"Walaupun kondisi pesawat sudah mati, masih ada bagian-bagian yang bisa membahayakan, terutama bagi masyarakat yang mendekat atau melakukan penyelaman. Tadi bahkan ada satu penyelam yang terkena aliran listrik," jelasnya.
Dia juga meminta pemerintah daerah dan unsur terkait membantu menjaga keamanan di sekitar lokasi hingga evaluasi serta penanganan bangkai helikopter selesai dilakukan.
Sementara itu, terkait penyelidikan penyebab kecelakaan, Zainul mengungkapkan tim telah menemukan komponen yang diduga merupakan black box atau kotak hitam pesawat.
Temuan tersebut diharapkan dapat membantu proses penyelidikan untuk mengetahui penyebab jatuhnya helikopter. (f1/sb)