Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Cegah Penularan Penyakit HIV AIDS

Redaksi 10-03-2023, 01:00 WIB 1 menit baca
Sekretaris Dinas Kesehatan Kotim, Ali saat ditemui wartawan seputarborneo.com. (FOTO:MIFTAH)
Sekretaris Dinas Kesehatan Kotim, Ali saat ditemui wartawan seputarborneo.com. (FOTO:MIFTAH)

SB, SAMPIT – Human Immunodeficiency Virus (HIV) apabila tidak cepat ditangani akan berkembang menjadi Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS), upaya pencegahan dan penanganan yang sudah terdampak pun harus rutin dilakukan.

Namun untuk kasus penyakit menular tersebut di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) jauh lebih menurut dari tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotim, Ali saat ditemui wartawan ini, Jumat (10/3/2023) pagi.

"Berkaca dari tahun-tahun sebelumnya angka kematian akibat penyakit ini pun berkurang bahkan tidak seperti kasus dahulu kala lebih cepat meninggal," ujar Sekretaris Dinkes Kotim tersebut.

Ia menyampaikan, menjelang bulan suci ramadan menjadi perhatian yang lebih perihal lokalisasi yang memungkinkan terjadi penularan virus HIV. Diantaranya adalah ditujukan ke orang-orang yang dimungkinkan tertular seperti tempat lokalisasi, waria, kaum anak muda pergaulan benas dan lainya.

“Penyebaran virus ini tidak hanya berhubungan intem saja, tetapi melalui jarum suntik, air ludah, potong rambut dan masih banyak lagi. Namun yang sangat rentan perbuatan seks menyimpang,” tegasnya.

Dan selama ini katanya, pihkanya sudah melakukan memeriksa darah kepada orang yang lebih dominan dimungkinkan terkana virus. Hal ini dilakukan demi kebaikan. Adapun yang positif terkena virus ini tentu akan ditolong sebelum penyakit AIDS ini semakin parah.

“Setidaknya dengan penanganan yang lebih cepat tentu akan lebih cepat pula dalam penanganannya. Dengan ini lah perlu kerja sama semua pihak terutama kesadaran masyarakat untuk memeriksakan dirinya karena siapapun bisa saja terkena penyakit ini,” harapnya. (f2/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard