Lewati ke konten utama
DPRD Kalteng

Ketua DPW Nasdem Kalteng Angkat Bicara Soal Pro Kontra Pemilu Proporsional Tertutup

Redaksi 13-03-2023, 11:37 WIB 1 menit baca
Faridawaty Darlans Atjeh
Faridawaty Darlans Atjeh

SB, PALANGKA RAYA - Ketua DPW Partai Nasdem Kalteng Faridawaty Darland Atjeh kembali angkat bicara adanya Pro dan Kontra wacana pemilu dengan pemilihan proporsional tertutup masih hangat diperbincangkan.

Menurutnya kemunduran demokrasi akan terjadi apabila itu disahkan kembali. Selain itu sampai titik ini pihak penyelenggaraan telah mengeluarkan anggaran yang besar dan telah melalui proses yang panjang untuk mensosialisasikan bagaimana masyarakat mengerti cara memaknai berdemokrasi dengan cara yang benar.

"Memilih calon yang benar sesuai pilihannya, memilih figur secara langsung. Bukan mendelegasikan hak memilihnya kepada partai politik, itu namanya demokrasi pura-pura," tegasnya.

Ia pun menepis bahwa sistem terbuka akan membuat money politic semakin kencang. Ia menjelaskan bahwa statment itu telah menyesatkan seolah-olah dengan sistem terbuka maka figur calon membayar masyarakat untuk memilih calon tersebut.

"Sehingga siapa yg punya uang banyak maka ia yg akan terpilih, buktinya ada tukang becak atau tukang gojek yang jadi caleg terpilih," tegasnya Faridawaty.

Ia juga mengambil contoh, di Nasdem Kalteng sendiri ada sosok seperti itu, yakni dari kalangan yang tidak berada. Seperti Anggota DPRD Kota Palangka Raya dari fraksi Nasdem Mukarramah yang merupakan guru honorer. Dan Evandi anggota DPRD gunung mas hanya awalnya hanya seorang mahasiswa dari anak petani dan ayah yang telah wafat yang saat ini sudah 2 periode terpilih.

"Kita bisa melihat banyak figur-figur yang memiliki banyak uang namun tidak terpilih, jadi bukan itu barometernya," tegasnya Faridawaty yang saat ini merupakan Wakil Ketua III DPRD Kalteng.

Dan ia tegaskan bahwa kemungkinan sistem tertutup  justru calegnya yang akan bayar ke Parpol biar dapat nomor urut pertama atau kedua. Apabila Itu terjadi, maka akan membuat politisi-politisi akan tidak siap untuk berkompetisi dengan gentle atau bersaing sehat. (mda/ok)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard