Lewati ke konten utama
Pemprov Kalteng

65 Persen Pelaku UMKM di Kalteng Adalah Perempuan

Redaksi 15-03-2023, 04:36 WIB 1 menit baca
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kalteng, Aster Bonawaty saat menjadi salah satu narasumber pada kegiatan Sinergi Pemberdayaan UMKM Kemenkeu Satu Lingkup Kalteng. (FOTO:ISTIMEWA)
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kalteng, Aster Bonawaty saat menjadi salah satu narasumber pada kegiatan Sinergi Pemberdayaan UMKM Kemenkeu Satu Lingkup Kalteng. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Kegiatan Sinergi Pemberdayaan untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kemenkeu Satu Lingkup Kalteng ini dilaksanakan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah Kalteng, melalui pemberdayaan Industri Kecil Menengah (IKM) sekaligus mengajak semua pelaku usaha ekspor di Kalteng untuk bersama-sama mendukung kemajuan perekonomian dan pembangunan daerah, salah satunya dengan melakukan aktivitas ekspor dari Provinsi Kalteng.

Menurut data dari Dinas Koperasi dan UKM dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kalimantan Tengah jumlah UMKM yang terdata di Provinsi Kalimantan Tengah ada 121.400 lebih dan 65 persen pelaku UMKM perempuan.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Prov. Kalteng Aster Bonawaty saat menjadi salah satu narasumber pada kegiatan Sinergi Pemberdayaan UMKM Kemenkeu Satu Lingkup Kalteng, yang dilaksanakan di Kanwil DJPb Prov. Kalteng, Selasa (14/03/2023) mengatakan,

Kegiatan yang mengangkat tema “UMKM Go Global, Ekspor Melalui Kalimantan Tengah” ini, diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan berkolaborasi dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Aster memberikan informasi penting terkait dokumen ekspor yang terbit berdasarkan perjanjian kesepakatan antar negara, yaitu dokumen Surat Keterangan Asal/Certificate Of Origin (SKA/COO). Dokumen ini sangat diperlukan eksportir sebagai salah satu syarat barang boleh masuk ke negara tujuan tertentu.

“Sebagai salah satu Kantor Perwakilan Instansi Penerbit SKA/COO, Dinas Dagperin Prov. Kalteng memberikan dukungan sarana dan prasana ekspor, yaitu layanan fasilitasi penerbitan dokumen ekspor SKA/COO gratis 0 rupiah 27/4,” ucap Aster.

Lebih lanjut Aster menerangkan terkait komitmen Pemprov. Kalteng untuk mendukung pengembangan produk-produk IKM yang potensial ekspor berbasis kearifan lokal. “Salah satunya yaitu program pendampingan desain (designer dispatch service) untuk mendukung IKM Go Global,” pungkasnya.

Kegiatan juga Nampak dihadiri oleh beberapa narasumber diantaranya Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Prov. Kalteng Hari Utomo, Petani Sawit Milenial Maria Goldameir Mektania Pandiangan serta tamu undangan lainnya. (mda/ok)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard