Lewati ke konten utama
Provinsi

Hujan Deras Guyur Petuk Katimpun, Kabut Asap Mulai Menipis

Redaksi 08-09-2026, 16:54 WIB 1 menit baca
Hujan deras saat mengguyur wilayah Petuk Katimpun. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)
Hujan deras saat mengguyur wilayah Petuk Katimpun. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)

SB, PALANGKA RAYA – Hujan deras akhirnya mengguyur kawasan Petuk Katimpun, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Selasa sore (8/9/2026). Guyuran hujan ini membawa angin segar di tengah kondisi kawasan yang sebelumnya kembali diselimuti kabut asap akibat kebakaran lahan.

Sejak siang, cuaca di kawasan Petuk Katimpun terasa panas. Kepulan asap dari lahan yang terbakar masih terlihat di sejumlah titik dan membuat udara terasa pengap.

Situasi mulai berubah ketika langit perlahan menggelap. Hujan deras kemudian turun dengan intensitas cukup tinggi dan membasahi kawasan yang sebelumnya dipenuhi asap.

Guyuran hujan membuat kepulan asap berangsur menipis. Jarak pandang yang sebelumnya terganggu mulai membaik, sementara udara di sekitar kawasan terasa lebih sejuk setelah hujan turun.

Derasnya hujan juga diharapkan mampu membantu membasahi lahan gambut yang terbakar. Air yang masuk ke permukaan tanah dapat menekan bara yang masih tersisa dan mengurangi potensi munculnya kembali asap.

Namun, hujan deras belum tentu langsung membuat seluruh titik kebakaran padam. Lahan gambut memiliki karakteristik yang memungkinkan bara bertahan di bawah permukaan tanah sehingga tetap membutuhkan pemantauan setelah hujan berhenti.

Kondisi ini menjadi perhatian karena kebakaran lahan gambut dapat kembali memunculkan asap ketika permukaan tanah mulai mengering dan bara di dalam lapisan gambut kembali mendapat udara.

Bagi warga Petuk Katimpun, hujan deras sore itu setidaknya memberikan sedikit kelegaan. Setelah beberapa waktu harus berhadapan dengan udara berasap, kawasan tersebut perlahan kembali terlihat lebih jelas.

Warga pun berharap hujan dengan intensitas tinggi terus mengguyur wilayah Palangka Raya sehingga lahan yang masih menyimpan bara benar-benar basah dan potensi munculnya kembali kabut asap dapat ditekan.

Meski demikian, kondisi titik-titik bekas kebakaran tetap perlu dipantau. Sebab, reda atau menipisnya asap setelah hujan belum menjadi jaminan seluruh bara di dalam lahan gambut telah padam. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard