Lewati ke konten utama
DPRD Palangka Raya

Awasi Aktivitas Peserta Didik di Sekolah Agar Tak Terjadi Bullying

Redaksi 23-03-2023, 11:22 WIB 1 menit baca
Wakil Ketua I Komisi C DPRD Palangka Raya, Ruselita. (FOTO:ISTIMEWA)
Wakil Ketua I Komisi C DPRD Palangka Raya, Ruselita. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Bullying sering terjadi di sekolah dan lingkungan sehari-hari yang memakan jiwa. Aksi bullying ini merugikan korban hingga mempengaruhi psikisnya. Fenomena bullying menyebabkan pelaku bertindak semena-mena pada korban.

Kasus bullying alias perundungan kembali terjadi di Palangka Raya. Bahkan lagi-lagi terjadi dalam lingkungan sekolah. Seperti yang dialami oleh seorang murid kelas III pada salah satu sekolah unggulan di Kota Palangka Raya.

Perundungan yang dialaminya bukan hanya sekali bahkan sudah berkali-kali. Namun belum terlihat ada perhatian yang serius dan langkah konkret dari pihak sekolah. Akhirnya Orang tua korban pun terpaksa melaporkan persoalan ini ke Polresta Palangka Raya melalui Unit PPA.

Menyikapi hal tersebut Wakil Ketua I Komisi C DPRD Palangka Raya, Ruselita, mengaku prihatin dengan adanya kasus bullying disalah satu sekolah di kota setempat. Ia meminta pihak sekolah dan guru-guru untuk melakukan pengawasan ketat guna mencegah terjadinya perundungan atau bullying di lingkungan sekolah.

Ditegaskan srikandi DPRD Palangka Raya dari Partai Perindo ini, bullying merupakan tindakan yang tidak boleh tumbuh dalam dunia pendidikan karena tidak sejalan dengan nilai-nilai luhur pendidikan.

 “Aksi bullying bukan hanya berdampak terhadap psikologis, tetapi juga berdampak pada fisik korbannya. Hal ini harus benar-benar dipahami oleh sekolah hingga orangtua siswa,” tukasnya, baru ini.

Ruselita melanjutkan, perilaku bullying atau perundungan tentulah bukan masalah yang sepele, karena aksi ini sangat menggangu mental bahkan kejiwaan seseorang tidak jarang berakhir tragis dan menjadi aksi kriminal. (mda/ok)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard