Lewati ke konten utama
Pemko Palangka Raya

Kasus Bullying Harus Dilakukan Investigasi dan Asesmen

Redaksi 28-03-2023, 11:57 WIB 1 menit baca
Kepala DPPKBP3APM Kota Palangka Raya, Sahdin Hasan. (FOTO:ISTIMEWA)
Kepala DPPKBP3APM Kota Palangka Raya, Sahdin Hasan. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA - Fenomena perundungan atau bullying di satuan pendidikan masih menghantui anak-anak yang sedang mengenyam pendidikan di sekolah. Khususnya pada pendidikan tingkat dasar di Indonesia. Termasuk di Kota Palangka Raya.

Pemerintah Kota dan semua pihak sangat menyayangkan aksi bullying atau perundungan terjadi di Kota Palangka Raya, apalagi aksi itu dilakukan oleh teman sekelasnya dan masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD) Unggulan.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBP3APM) Kota Palangka Raya, Sahdin Hasan mengatakan, upaya perlindungan anak harus dilakukan dengan tindakan serta langkah kongkret yang cepat dan tepat, dan Kasus bullying harus bisa dilakukan dengan investigasi dan asesmen.

“Seperti halnya menanggapi laporan kasus bullying di salah satu SD di Kota Palangka Raya, tentu DPPKBP3APM segera mengambil tindakan untuk mendampingi korban dan pelaku. Bahkan hari ini tim DPPKBP3APM mendatangi sekolah tersebut, mengingat anak-anak sudah kembali bersekolah,” ungkapnya, Senin (27/3/2023) di Palangka Raya.

Kedatangan tim DPPKBP3APM ke sekolah itu, dalam rangka mengkomunikasikan kembali dengan pihak sekolah dan pihak terkait lainnya. Terutama berkenaan dengan dilakukannya pendampingan, baik itu untuk korban maupun bagi pelaku.

“Kami telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Terutama dari unit PPA dalam hal penanganan kasus ini, agar kasus tersebut bisa segera terselesaikan,” jelasnya.

Dalam menanggapi adanya laporan kasus bullying di sekolah Lanjut Sahdin, pentingnya investigasi dan asesmen terutama mengindentifikasi dari semua keterangan. Baik dari pihak sekolah, guru, orangtua pihak terkait lainnya hingga anak didik.

Perlu diingat jelas dia, dalam menangani kasus bullying di satuan pendidikan maka memerlukan pendekatan yang tepat. Jangan sampai akibat penanganan yang salah, malah mengganggu kejiwaan si anak. Baik itu korban atau pelaku. (mda/ok)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard