Lewati ke konten utama
Pemko Palangka Raya

Diskan Palangka Raya Pastikan Stok Ikan Selama Ramadan Masih Aman

Redaksi 29-03-2023, 02:53 WIB 1 menit baca
Petugas Dinas Perikanan saat memeriksa ketersediaan ikan di Pasar Kahayan, Selasa (28/03/2023). (FOTO:ISTIMEWA)
Petugas Dinas Perikanan saat memeriksa ketersediaan ikan di Pasar Kahayan, Selasa (28/03/2023). (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA - Selama Ramadan kebutahan akan ikan di Kota Palangka Raya meningkat dari hari biasa, namun Warga diminta tidak panik karena dipastikan stok ikan tetap aman selama Ramadan. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perikanan Kota Palangka Raya, Indriarti Ritadewi pada Selasa, (28/03/2023) di Palangka Raya.

Berdasarkan data statistik menunjukan bahwa tangkapan ikan pada bulan maret ini cukup meningkat dari bulan-bulan sebelumnya dengan rincian tangkapan dari danau yang sebelumnya hanya 104 ton meningkat menjadi 107,7 ton, untuk rawa 139,6 ton menjadi 143,98 ton. Sementara untuk hasil tangkapan dari sungai 102,22 ton meningkat menjadi 107,20 ton.

“Dari data tersebut, dapat kita pastikan bahwa kebutuhan akan ikan itu sendiri dapat mencukupi untuk warga di Kota Palangka Raya, jadi masyarakat tidak perlu kuatir akan kekurangan ikan,” kata Indriarti.

Dirinya menyebut dalam menjaga stok ikan serta meningkatkan produksi tangkapan bagi para nelayan, pihaknya telah melakukan berbagai program kegiatan. Seperti melakukan sosialisasi dan pembinaan kepada masyarakat, serta melakukan kegiatan pelepasliaran benih ikan (restocking).

“Hal ini, tak lepas dari peran aktif dari para Pokmawas dan Pokdatan binaannya serta masyarakat setempat, yang terus membantu pemerintah dalam menjaga serta mengawasi sehingga keberadaan dan stok ikan-ikan lokal di Palangka Raya tetap terjaga,” jelasnya.

Dia juga bersukur karena selama ini Dalam menjaga serta melestarikan keberadaan ikan di perairan Kota Palangka Raya dapat berjalan dengan baik, sehingga keberaan ikan dapat terjaga dan juga hasil tangkapan para nelayan terus meningkat dan berdampak bagi peningkatan ekonomi nelayan. (mda/ok)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard