Lewati ke konten utama
Provinsi

Edukasi Tingkatkan Pencegahan Penyakit TBC kepada Masyarakat Kotim

Redaksi 06-04-2023, 02:00 WIB 1 menit baca
Penyuluhan bahaya dan pencegahan TBC terhadap msyarakat Kotim. (FOTO:ISTIEWA)
Penyuluhan bahaya dan pencegahan TBC terhadap msyarakat Kotim. (FOTO:ISTIEWA)

SB, SAMPIT - Mayarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diajak untuk berpartisipasi dalam mencegah peningkatan kasus penyakit tuberculosis atau TBC, dengan meningkatkan pemahaman atau edukasi terhadap penyakit menular tersebut.

Koordinator Program STPI-Penabulu IU Kotim, Nana Handayana mengatakan, masyarakat beranggapan penyakit TBC hanya untuk kalangan bawah yang tinggal di kawasan kumu, padahal siapapun bisa mempunyai risiko terpapar penyakit TBC.

"Hal ini menjadi perhatian kami para relawan PR Konsorsium STPI-Penabulu IU Kotim membantu pemerintah dengan cara mengedukasi kepada masyarakat terkait bahaya TBC. Mayarakat perlu memahami penularan dan cara pencegahan penyakit yang bisa berujung pada kematian itu,” sebut Nana Handayani, Kamis (6/4/2023).

Ia menambahkan, Kalimantan Tengah (Kalteng) jejaring dengan wilayah kerja Kotawaringin Timur dan Kota Palangka Raya. Program yang dilaasanakan adalah investigasi kontak, merujuk terduga TBC ke layanan kesehatan, mendukung pemberian TPT kepada balita serta merujuk dan mendampingi kasus TBC Resistem Obat (RO).

"STPI-Penabulu IU Kotim melaksanakan serangkain kegiatan workshop pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) TBC di Congregate Settings pada tanggal 7-8 Maret 2023 diperusahaan kelapa sawit dengan dihadiri oleh PR STPI-Penabulu, SR (Sub Recipient) Kalteng, Dinkes Kotim, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kotim, Puseksmas Bagendang serta RSUD dr Murjani Sampit,” jelasnya.

Setiap 24 Maret diperingati Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) secara global. Hal ini menjadi momentum untuk semua pihak menunjukan komitmennya kembali dalam mendukung eliminasi TBC. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard