Lewati ke konten utama
Provinsi

Dukung GNPIP BI dan Dinas Pertanian Kapuas Panen Cabai Perdana

Redaksi 07-04-2023, 04:13 WIB 1 menit baca
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Tengah, Taufik Saleh, bersama Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas, Kepala Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Dadahup, dan petani mitra melakukan panen perdana cabai rawit di Desa Bentuk Jaya, Kabupaten Kapuas. (FOTO:ISTIMEWA)
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Tengah, Taufik Saleh, bersama Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas, Kepala Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Dadahup, dan petani mitra melakukan panen perdana cabai rawit di Desa Bentuk Jaya, Kabupaten Kapuas. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, KAPUAS – Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah bersama Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas melakukan panen perdana cabai rawit. Kegiatan itu dilakukan di lahan cabai rawit kelompok tani di Desa Bentuk Jaya, Dadahup, Kabupaten Kapuas Kamis, (06/04/2023). Panen yang dilakukan guna mendukung Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Taufik Saleh dalam sambutanya mengatakan, Luas lahan cabai rawit percontohan yang dikembangkan Bank Indonesia saat ini seluas 1,25 hektar dan dilaksanakan penanaman secara bertahap oleh 15 anggota kelompok tani.

 “Sesuai dengan kondisi cabai yang dipanen saat ini, diperkirakan sampai selesai masa panen nantinya, setiap 1 batang tanaman bisa menghasilkan sekitar 1 kg cabai rawit, sehingga dalam luasan 1 hektar dapat dihasilkan produksi 11 hingga 14 ton,” tuturnya.

Selain kegiatan panen, Bank Indonesia sebelumnya juga telah memberikan berbagai bantuan bagi Klaster Pangan binaan tersebut, yaitu berupa benih cabai ORI 212, Pupuk Kandang, Pupuk, Mulsa Plastik, Decomposer, sprayer, serta kegiatan pelatihan dan pendampingan.

Taufik Saleh di hadapan para petani menyampaikan, agar berbagai bantuan yang telah diberikan, baik bantuan teknis, saprodi, sarpras dan sebagainya, agar diiringi semagat bertanam yang tangguh, sehingga panen yang dihasilkan dapat berlimpah.

“Setiap anggota kelompok tani perlu melakukan perawatan tanaman secara intensif, menjaga sanitasi lingkungan tanaman dari gulma dan genangan air, serta rutin melakukan penyemprotan pencegahan hama penyakit,” ungkapnya.

Panen perdana diharapkan akan menularkan semangat untuk lebih giat dalam mengembangkan kluster cabai dan holtikultura di wilayah Kalimantan Tengah lainnya. Keberhasilan panen berkat dukungan dari Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas yang telah melakukan pembinaan kepada kelompok tani melalui BPP dan PPL, serta didukung keuletan para petani dan penerapan teknik budidaya yang baik. (mda/ok)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard