Sekda Ikuti Seminar Pencegahan dan Penanganan Karhutla
PULANG PISAU - Pemerintah Daerah Kabupaten Pulang Pisau, mengikuti Seminar Nasional upaya penguatan kapasitas pencegahan dan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) secara terintegrasi dan kolaborasi berbasis Klaster dilaksanakan di Hotel JS Luwansa Jakarta, Senin (27/6).
Seminar Direktur Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat ini menghadirkan tiga pembicara, yakni Wakil Bupati Palalawan Provinsi Riau, Sekda Kabupaten Ogan Komering Hilir Provinsi Sumatera Selatan, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah.
Dalam Seminar itu, Bupati Pulang Pisau Pudjirustaty Narang yang diwakilkan Sekda Toni Harisinta, didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kalaksa BPBD Moh. Insyafi, Sekretaris BPBD Rudi Purwadi.
Toni Harisinta, menyampaikan paparan terkait Role model secara nasional penanganan Karhutla berbasis klaster, bersama dua kabupaten lainnya, yakni Kabupaten Palalawan Provinsi Riau dan Kabupaten Ogan Komering Hilir Provinsi Sumatera Selatan.
"Salah satu kabupaten yang diberikan kesempatan paparan terkait pembangunan klaster dalam penanggulangan bencana Karhutla itu, adalah Kabupaten Pulang Pisau, dimana Kabupaten Pulang Pisau dinilai paling menonjol, dalam konteks penanggulangan Karhutla dengan pola koordinasi antar SOPD didalam fokus pencegahannya," jelas Sekda Pulang Pisau Toni Harisinta.
Toni mengatakan pada penangangan dan pencegahan Karhutla di Kabupaten Pulang Pisau, telah diterbitkan Perbup Nomor 4 Tahun 2022 tentang upaya pencegahan Karhutla secara terpadu berbasis klaster.
Dengan adanya Perbup itu, lanjut Toni, Kabupaten Pulang Pisau diundang untuk memberikan paparan pada Seminar Nasional upaya penguatan kapasitas pencegahan, dan penanggulangan Karhutla secara terintegrasi dan kolaborasi berbasis klaster.
"Hasil dari Seminar ini, akan dijadikan regulasi untuk membangun upaya-upaya kedepan untuk dijadikan rujukan bersama pola-pola penanganan berbasis klaster. Terutama dalam konteks penanggulangan Karhutla di Indonesia," tutupnya. (adm)