Lewati ke konten utama
DPRD Kalteng

Dunia Perpolitikan, Generasi Muda Diharapkan Bisa Membawa Perubahan

Redaksi 27-04-2023, 06:44 WIB 2 menit baca
Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh. (FOTO:ISTIMEWA)
Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA - Generasi muda punya peranan penting dalam perhelatan politik. Posisi milenial saat ini menjadi bagian utama yang akan menentukan kondisi kehidupan berpolitik yang beradab di masa kini dan masa yang akan datang. Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh mengatakan, diharapkan peran generasi muda untuk terlibat langsung dalam dunia perpolitikan.

"Keterwakilan generasi muda tentunya akan mengubah sistem, kebijakan dan program yang dituangkan melalui pemikiran-pemikiran bersifat kreatif, inovatif dan pro rakyat. Oleh karena itu, selain untuk memahami seperti apa dunia perpolitikan, saya berharap agar generasi muda bisa membawa perubahan agar Kalteng menjadi lebih baik lagi," ucapnya, Rabu (26/04/2023).

Farida mengungkapkan, banyak generasi muda yang apatis terhadap politik saat ini, tak hanya di Kalteng tapi juga di Indonesia. Kepercayaan generasi muda juga berkurang kepada lembaga politik karena pudarnya nasionalisme dan profesionalisme yang ada pada tubuh birokrasi di Indonesia. Padahal kenyataannya, politik merupakan hal yang tidak bisa lepas dari kehidupan bermasyarakat.

"Pemahaman akan pentingnya dunia politik juga sering disampaikan kepada para generasi muda, khususnya mahasiswa. Kami harap, melalui pemahaman tersebut dapat mengubah mindset generasi muda, karena Indonesia butuh pemuda yang mampu membuat perubahan di Republik ini, dan tidak hanya mendambakan perubahan itu," jelasnya.

Farida menilai, perhelatan politik pada 2024 mendatang tentunya menjadi momentum yang harus dimaksimalkan, di mana generasi muda sudah seharusnya terlibat untuk memberikan sumbangsih pemikiran-pemikiran yang bersifat membangun, sehingga Kalteng akan lebih maju.

"Posisi generasi muda saat ini menjadi bagian utama yang akan menentukan kondisi kehidupan berpolitik yang beradab di masa kini dan masa yang akan datang. Artinya, generasi milenial adalah bagian dari penentu kemajuan dan keberhasilan demokrasi, baik ditingkat daerah maupun nasional. Jadi penting bagi generasi muda kita untuk terlibat dalam perpolitikan," imbuhnya.

Peran pemuda dalam partisipasi politik secara yuridis, sudah terpenuhi melalui penentuan batas minimum usia. Namun, hal ini belum cukup karena masih ada kemungkinkan keterlibatan pemuda hanya difungsikan oleh sebagian elite partai sebagai kendaraan politik.  Oleh karena itu, perlu sebuah perubahan paradigma berpikir terhadap partisipan politik, yang tidak hanya cukup dengan gagasan akan regenerasi secara semu. (mda/ok)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard