seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Kajari Pulpis Buka Rakor PAKEM

by Redaksi - Tanggal 18-08-2022,   jam 02:40:07
Kepala Kejaksaan Negeri Pulang Pisau (Pulpis) Dr. Priyambudi SH, MH membuka Rapat Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan (PAKEM) di Aula Adhyaksa Kantor Kejari setempat, pada Kamis (18/8/2022). FOTO : ISTIMEWA Kepala Kejaksaan Negeri Pulang Pisau (Pulpis) Dr. Priyambudi SH, MH membuka Rapat Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan (PAKEM) di Aula Adhyaksa Kantor Kejari setempat, pada Kamis (18/8/2022). FOTO : ISTIMEWA

SB, PULANG PISAU - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pulang Pisau (Pulpis) Dr. Priyambudi, SH, MH, membuka kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan Dalam Masyarakat (PAKEM), pada Kamis (18/8/2022) Aula Adhyaksa Kantor Kejari setempat.

Kajari Pulpis Dr. Priyambudi, menyampaikan ucapan terimakasih dan memberikan apresiasi tinggi kepada Tim PAKEM, atas kinerja dan sinergitas yang sudah terjalin, antara Kejaksaan, Kesbangpol, Polres Pulpis, Kodim 1011/KLK dan elemen lainnya.

"Karena sudah bersinergi dan turut berperan, serta dalam menjaga kondusivitas kehidupan bermasyarakat, khususnya di Kabupaten Pulpis," ucap Kajari.

"Sesuai Tupoksi, Tim PAKEM melakukan pemantauan, jadi dengan adanya pantauan yang valid, dan akurat ditengah masyarakat ini, diharapkan bisa menjadi bahan untuk mengambil tindakan-tindakan yang bersifat antisipatif," lanjutnya.

Priyambudi mengakui, bahwa di Kabupaten Pulpis sudah terpantau beberapa kelompok aliran-aliran keagamaan yang melakukan kegiatan, melalui kegiatan Rakor dan monitoring PAKEM ini diharapkan dapat menajamkan indra, untuk memantau keadaan dan situasi guna mengantisipasi dan mencegah adanya aliran atau kelompok baru yang masuk di wilayah Kabupaten Pulpis. Apalagi, kata Priyambudi, kondisi saat ini menjelang tahun politik, sehingga diperlukan kewaspadaan dan langkah antisipasi sebagai deteksi dini untuk mencegah masuknya aliran atau kelompok-kelompok baru yang berpotensi menimbulkan konflik ditengah masyarakat. 

"Tahun-tahun politik, berbagai sumber-sumber potensi konflik ini akan bisa menjadi bahan untuk memanaskan suhu politik. Karenanya, kita harus bisa mencegahnya, sehingga kondusivitas di masyarakat tetap terjaga dengan baik," tandasnya. (adm)