Bulan Mei Harga TBS Kelapa Sawit Turun
SB, PALANGKA RAYA – Karena Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit periode bulan Mei 2023 kembali mengalami penurunan, untuk itu Dinas Perkebunan (Disbun) Kalteng menggelar agenda rutin rapat penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Produksi Pekebun di Kalteng di Aula Dinas Perkebunan Kalteng.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Disbun Prov. Kalteng Achmad Sugianor saat memimpin rapat menjelaskan, yang menjadi dasar dalam pelaksanaan perhitungan harga TBS ini adalah Permentan Nomor 01 Tahun 2018.
“Kami berpedoman pada Permentan tentang Pedoman Penetapan Harga Pembelian TBS Kelapa Sawit Produksi Pekebun, dan Peraturan Gubernur Kalteng Nomor 65 Tahun 2020,” tuturnya, Selasa (06/06/2023).
Beberapa instansi terutama dari Dinas Perkebunan Provinsi dan Dinas yang membidangi perkebunan kabupaten/kota, serta perusahaan perkebunan yang memiliki Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan mengolah kelapa sawit dan telah melakukan kemitraan dengan petani pekebun, punya kewajiban untuk menyampaikan laporan atau data sebagai bahan untuk melakukan perhitungan harga TBS.
“Kami mengharapkan, data-data tersebut dapat disampaikan secara konsisten kepada kami, tiga hari sebelum pelaksanaan perhitungan TBS. Hal ini sangat diperlukan, supaya tim Pokja perhitungan harga bisa mempersiapkan data-data secara maksimal,” jelas Sugianor.
Harga minyak sawit atau Crude Palm Oil (CPO) Kalteng pada bulan Mei 2023 kembali turun, yang sebelumnya Rp 11.406,42 (per Kg + PPN) menjadi Rp 10.232,39. Demikian pula dengan harga inti sawit atau Palm Kernel (PK) yang sebelumnya sebesar Rp5.815,39 ikut turun menjadi Rp5.098,64 dengan indeks “K” sebesar 88,46 Persen. (mda/ok)