Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Siswa Tidak Lulus Bisa Ikut Paket A Non Formal

Redaksi 10-06-2023, 05:38 WIB 1 menit baca
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Irfansyah. (FOTO:ISTIMEWA)
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Irfansyah. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Pengumuman kelulusan jenjang sekolah dasar (SD) dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia pada 8 Juni 2023, tidak terkecuali di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Sebanyak 8.175 siswa Sekolah Dasar (SD) di Kotim dinyatakan lulus dan berhak melanjutkan pendidikan ke menengah pertama.

Plt Kepala Disdik Kotim Irfansyah mengatakan, jumlah peserta didik kelas VI tahun ini sebanyak 8.181 siswa. Dari jumlah tersebut, peserta didik yang lulus sebanyak 8.175 siswa, sedangkan 7 siswa lainnya dinyatakan dengan keterangan tidak lulus.

“Ada 7 orang yang dinyatakan tidak lulus, salah satunya karena meninggal dunia sedangkan enam orang lainnya sudah tidak hadir ke sekolah dalam jangka waktu lama serta tidak mengikui penilaian sumatif akhir pada waktu yang sudah ditentukan. Namun kelulusan ini menjadi prestasi yang membanggakan karena semua anak lulus dan diharapkan akan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” kata Irfansyah pada Sabtu (10/6/2023).

Pihaknya berusaha bersama pihak sekolah telah melakukan upaya untuk menghubungi orangtua atau wali peserta didik yang dinyatakan tidak lulus tersebut. Dengan harapan orangtua dan peserta didik mau kembali bersekolah namun belum berhasil. 

Dirinya mengimbau kepada pihak sekolah agar dapat membantu mengarahkan orang tua anak untuk mendaftarkan anak yang putus sekolah tadi ke pendidikan non formal paket A agar tetap mendapatkan layanan pendidikan.

“Kalau dulu ada UN untuk menentukan kelulusan siswa. Untuk soal ujian UN dulu juga dibuat dari dinas atau pusat. Nah, kalau sekarang ujian diserahkan ke masing-masing sekolah untuk menentukan kelulusan. Semua pengawasan maupun penilaian selama proses pelaksanaan ujian kelulusan diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing sekolah. Kemudian pihak sekolah atau guru yang kemudian menentukan siswa tersebut lulus atau tidaknya,” tutupnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard