Lewati ke konten utama
Pemprov Kalteng

Kualitas Kesehatan Remaja Jadi Kunci Penting Mencegah Stunting di Kalteng

Redaksi 19-06-2023, 06:11 WIB 1 menit baca
Beberapa siswa sedang melakukan olahraga. (FOTO:ISTIMEWA)
Beberapa siswa sedang melakukan olahraga. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA - Sekitar 1.000 pelajar, mengikuti kegiatan Pergerakan Massa Aksi Bergizi di tingkat Provinsi Kalimantan Tengah 2023 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi, melalui Dinas Kesehatan Kalteng, di SMA 5 Palangka Raya, belum lama ini.

Kadiskes Kalteng Suyuti Syamsul mengatakan, pencegahan masalah gizi pada anak usia remaja bisa dilakukan dengan menjaga pola hidup sehat dan makan makanan bergizi seimbang.

“Dengan melakukan intervensi gizi spesifik dan sensitif oleh seluruh pihak terkait agar para remaja yang kelak akan menjadi orang tua dapat menghasilkan generasi yang unggul dan sehat,” ucapnya.

Dia menyebut, bahwa kualitas kesehatan remaja menjadi kunci penting dalam mencegah stunting. Intervensi untuk mencegah terjadinya peningkatan prevalensi stunting dapat dilakukan pada siklus daur hidup di tahap remaja, yang merupakan calon ibu.

“Remaja yang telah dipersiapkan sejak dini untuk mengetahui permasalahan stunting berarti kita telah mempersiapkan ibu yang memiliki pengetahuan cukup dalam pemenuhan gizi anak untuk mencegah stunting,” ungkapnya.

Suyuti mengatakan, Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang paling serius dan masih menjadi tantangan di dunia. Kejadian stunting merupakan permasalahan yang semakin banyak ditemukan di negara berkembang, termasuk di Indonesia khususnya Kalimantan Tengah.

"Kegiatan Aksi Bergizi ini merupakan salah satu upaya strategi dalam meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri. Harapan kami, para remaja putri untuk dapat konsisten mengkonsumsi TTD secara teratur agar terhindar dari anemia," tutupnya.

Dia menambahkan, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada balita karena kekurangan gizi kronis pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Hal ini salah satunya disebabkan oleh kualitas kesehatan anak-anak dan remaja yang kurang mendapatkan asupan gizi seimbang, juga remaja putri yang mengalami anemia karena kekurangan zat besi. (mda/ok)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard