Pasca Panen Paksa di Lahan Alpin Cs, Warga Langsung Jaga Ketat Lokasi
SB, PALANGKA RAYA – Masyarakat Desa Pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) jaga ketat lokasi lahan yang milik Alpin Lawrence Cs, setelah terjadi panen paksa oleh sekelompok orang beberapa waktu lalu.
Tujuan masyarakat setempat adalah untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, sebab lahan tersebut masih dalam proses sengekat antara Alpin Lawrence Cs dengan Hk Kim.
Secara silih berganti, masyarakat yang dulunya bekerja di kebun sawit tersebut menjaga kebun sawit selama 24 jam penuh.
Sugianto, juru bicara masyarakat, mengatakan masyarakat yang berjaga terpaksa melakukan kegiatan tersebut menyusul aksi panen paksa yang dilakukan oleh sekelompok orang yang diduga dari anak buah Hok Kim pada Kamis (22/6/2023) kemarin.
Beruntung katanya, aksi panen paksa di lahan yang masih bersengkata tesebut berhasil digagalkan setelah menghubungi kepolisian dan melakukan pengusiran.
"Sudah sempat panen kemarin, ada satu pikap yang keluar dari dalam kebun," katanya, Jumat (23/6/2023).
Ia pun turut menyayangkan sikap dan tindakan oleh orang-orang merupakan anak buah dari Hok Kim tersebut selalu melanggar peraturan hukum dan kesepakatan yang ada. Terlebih saat ini kebun sawit milik Alpin Lawrence Cs berhenti beraktivitas karena masih adanya spanduk penyelidikan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalteng.
"Masyarakat Desa Pelantaran sudah berlapang dada berhenti sementara beraktivitas di kebun sawit milik Alpin Lawrence Cs karena menghormati hukum yang sedang berjalan. Namun anehnya pihak sebelah terus saja berulah dan melanggar hukum," tuturnya.
Sugianto pun berharap keadilan dapat ditegakkan secara penuh dan pihak-pihak terkait yang selama ini berupaya menguasai lahan milik Alpin Lawrence secara ilegal dapat dijerat hukum sesuai peraturan yang berlaku.
"Seluruh masyarakat Pelantaran tentunya berharap agar sengketa ini dapat segera selesai. Sejak awal kami mengetahui jika lahan sawit ini adalah milik pak Alpin Lawrence bersama rekan-rekan," ungkapnya.
Sementara, Wilianto, anak Hok Kim saat dikonfirmasi membantah tegas telah melakukan panen di kebun sawit Desa Pelantaran.
"Gak ada kegiatan panen mas. Kalau pun ada info kegiatan panen di dalam kebun berarti pencuri. Karena tidak ada kegiatan apapun dari pihak kita," ucapnya dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Ditanyakan mengenai pengakuan salah satu orang yang berhasil diamankan mengakui bahwa dirinya disuruh, Wilianto pun menegaskan tidak mengetahui.
"Tidak tahu mas," tutupnya singkat. (*)