Wagub Sebut Penurunan Stunting Dilakukan Melalui Dua Intervensi Gizi
SB, PALANGKA RAYA – Kegiatan Seminar Kajian Survei Percepatan Penurunan Stunting di Kalimantan Tengah, digelar oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kalteng.
Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur Kalteng, H. Edy Pratowo secara resmi membuka kegiatan tersebut yang berlangsung di Bahalap Hotel, Selasa (27/06/2023).
Dalam sambutannya, Wagub Edy Pratowo mengatakan, bahwa dalam upaya percepatan penurunan stunting, strategi yang dilakukan haruslah tepat sasaran, dimulai dari pencegahan untuk mencegah lahirnya anak stunting hingga pemberian intervensi pada kasus stunting.
“Penurunan stunting dilakukan melalui dua intervensi gizi, yaitu intervensi spesifik dan intervensi sensitif. Intervensi spesifik merupakan kegiatan yang langsung mengatasi penyebab terjadinya stunting,” tuturnya.
Sementara itu, lanjutnya, intervensi sensitif merupakan kegiatan yang berhubungan dengan penyebab tidak langsung stunting yang umumnya berada di luar kewenangan Kementerian Kesehatan seperti kemiskinan, pendidikan terkait perubahan perilaku, sanitasi serta ketersediaan sumber air yang layak.
“Dalam penanggulangan permasalahan gizi, intervensi sensitif memiliki kontribusi sebesar 70 persen sementara intervensi spesifik hanya menyumbang sekitar 30 persennya saja,” ungkap Wagub.
Selain dua hal tersebut, sambungnya, diperlukan juga faktor pendukung yang memungkinkan terjadinya penurunan stunting seperti komitmen politik dan kebijakan, keterlibatan pemerintah dan lintas sektor serta kapasitas untuk melaksanakan intervensi yang ada. (mda/ok)