Lahan Gambut Kalteng Dapat Dikembangkan Untuk Kebutuhan Pangan
SB, PALANGKA RAYA – Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Kalimantan Tengah menggelar Seminar Nasional (Semnas) Ketahanan Pangan 2023. Acara itu bekerja sama dengan Universitas Palangka Raya (UPR) dan dilaksanakan di Aula Rahan Universitas Palangka Raya, Selasa (4/7/2023).
Kegiatan seminar mengangkat tema “Mengubah Gambut Menjadi Emas Strategi Mendorong Produksi Pangan di Kalimantan Tengah” ini dibuka oleh Gubernur Kalimantan Tengah melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Kalimantan Tengah, Leonard S Ampung.
Dalam sambutannya, Leonard mengatakan sebagai provinsi di Indonesia dengan lahan terluas sebesar 157.983 km², Kalimantan Tengah memiliki potensi lahan produktif yang diharapkan dapat dikembangkan untuk kebutuhan pangan.
Menurutnya, berbagai tantangan dalam pengembangan sektor pertanian khususnya untuk tanaman pangan dan hortikultura di Kalteng dan Kalimantan, perlu menjadi perhatian bersama tidak hanya pada level provinsi tapi juga secara Nasional.
“Sebab itu, harapan saya melalui seminar ini dapat memperoleh informasi, mulai dari inovasi mengubah lahan gambut, strategi mendorong ketahanan pangan, hingga kisah sukses dari dalam dan luar negeri yang dapat kita implementasikan di Kalimantan Tengah,” sebutnya.
Sementara itu, Sekda Kota Palangka Raya, Hera Nugrahayu menyambut baik kegiatan tersebut mengingat sebagian besar wilayah Kota Palangka Raya adalah lahan gambut.
“Besar harapan saya agar melalui seminar ini dapat menemukan solusi di sektor ketahanan pangan yang lebih kuat ke depannya, karena kita tahu Palangka Raya sebagian besar berlahan gambut,” kata Hera.
Dijelaskan Hera jika hingga saat ini Pemerintah Kota Palangka Raya terus melakukan pemetaan, dan beberapa komoditas seperti pertanian juga sudah berjalan namun hal tersebut masih harus terus didorong.
“Salah satunya bagaimana wilayah Kota Palangka Raya bisa menanam padi untuk konsumsi sendiri. Namun demikian kondisi lahan gambut yang menjadi kendala karena perlu dilakukannya intervensi lagi, sebelum penanaman,” jelasnya. (mda/ok)