BKSDA Pos Sampit Evakuasi Tiga Buaya Muara, Dua Jantan dan Satu Betina
SB, SAMPIT – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sampit berhasil mengevakuasi tiga buaya muara yang kerap menampakan di sekitar anak sungai Mentaya padat pemukiman warga.
Disampaikan Komandan BKSDA Pos Sampit Muriansyah, tiga buaya tersebut adalah hasil serahan warga yang terperangkap di jaring nelayan. Yaitu pada tanggal 1 Maret di Desa Jemaras, Kecamatan Cempaga dengan panjang 1,2 meter berkelamin jantan.
Kemudian pada tanggal 30 Juni dari Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan dengan panjang 2,5 meter berkelamin jantan. Dan yang terakhir pada tanggal 9 Juli 2023 tersangkut jaring nelayan Desa Ijum Raya, Kecamatan Mentawa Hilir Selatan dan panjang buaya 3 meter berjenis kelamin betina.
“Tahun 2023, Januari sampai sekarang ada tiga ekor buaya yang berhasil dievakuasi. Yang dua sudah dibawa ke Kantor BKSDA SKW II Pangkaan Bun dan dilakukan pemeriksaan dinyatakan sehat langsung dilepasliarkan di kawasan Suaka Margasatwa Lamandau. Untuk yang buaya betina rencanannya sama, namun baru hari ini diserahkan,” ucap Muriansyah kepada seputarborneo.com melalui pesan singkat whatsapp, Kamis (13/7/2023).
Tak lupa juga dirinya mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di bantaran sungai, khususnya sering terjadi kemunculan buaya agar tetap berhati-hati dan selalu waspada saat beraktivitas di bantaran Sungai Mentaya dan anak-anak sungainya. Terutama saat gelap atau malam hari.
“Selain itu, warga juga diminta jangan membuang bangkai binatang, sampah rumah tangga ke sungai serta tidak memelihara ternak di atas atau tepi sungai. Karena hal tersebut sering ditemukan di perairan Sungai Mentaya dan anak-anak sungainya menyebabkan buaya mendekati perairan pemukiman. Kemunculan dan dilokasi serangan buaya, 95 % ini penyebabnya,” tukasnya. (sb)