Lewati ke konten utama
DPRD Kalteng

Masyarakat Diminta Waspada Kemarau Kering

Redaksi 07-08-2023, 05:04 WIB 1 menit baca
Anggota DPRD Kalteng, Duwel Rawing. (FOTO:ISTIMEWA)
Anggota DPRD Kalteng, Duwel Rawing. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng) diminta untuk terus waspada terhadap bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Karena Saat ini, kondisi cuaca di Kalteng pada musim kemarau ini, berbeda jika dibandingkan dengan kemarau pada tahun lalu. Hal ini disampaikan oleh Anggota DPRD Kalteng, Duwel Rawing.

“Kondisi kemarau saat ini patut untuk diwaspadai, karena panas yang cukup ekstrem dialami dibeberapa daerah, sehingga berbagai potensi bahaya atau bencana bisa saja terjadi sewaktu-waktu, seperti Kebakaran hutan dan Lahan (Karhutla),” ucapnya, Senin (07/08/2023).

Duwel Rawing mengimbau kepada masyarakat agar dapat senantiasa waspada terhadap situasi cuaca di wilayah Kalteng yang saat ini panasnya yang cukup ekstrem.

"Cuaca seperti sekarang ini patut untuk diwaspadai agar bencana karhutla tidak akan terjadi lagi seperti tahun 2015 lalu, karena bencana karhutla yang terjadi berdampak sangat besar,” tuturnya.

Masyarakat juga diimbau agar pada saat kemarau ini agar jangan membakar lahannya, karena dampaknya cukup besar dari masalah kesehatan dan juga ekonomi.

“Karhutla sangat berdampak pada kesehatan seperti infeksi saluran pernafasan akut, juga mata akan pedih saat kebakaran terjadi karena asap dari kebakaran,” katanya.

Di sisi lain, ketika dalam kondisi cuaca panas yang perlu diwaspadai yakni potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Masyarakat harus selalu berhati-hati jangan sampai membakar lahan sembarangan atau dengan sengaja.

"Karena meskipun cuaca saat ini masih berpotensi hujan, karhutla pelru diwaspadai karena sejumlah wilayah di Kalteng ini contohnya Palangka Raya itu tanah gambut jadi rawan kebakaran. Kita harus bisa bersama-sama menjaga agar hal itu tidak terjadi," tukasnya.

Dengan adanya kewaspadaan itu sambungnya, tentunya akan memperkecil resiko kebakaran, karena masyarakat selalau mengecek lahanya agar tak menimbulkan kebakaran. (mda/ok)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard