Lewati ke konten utama
Provinsi

Secara Nasional Kalteng Berada di 21 IPH Alami Deflasi

Redaksi 14-08-2023, 01:15 WIB 2 menit baca
Mendagri Tito Karnavian saat pimpin rakor secara virtual. (FOTO:ISTIMEWA)
Mendagri Tito Karnavian saat pimpin rakor secara virtual. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) secara virtual. Pada kegiatan ini Staf Ahli (Sahli) Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko menghadiri giat tersebut dari Ruang Rapat Bajakah Kantor Gubernur Kalteng, Senin (14/08/2023).

Dalam arahannya Tito mengatakan, Inflasi Nasional saat ini sudah berada di posisi yang baik yaitu 3,08 persen (y-o-y) pada bulan Juli lalu.

“Tentunya Kita harus bisa mengendalikan inflasi ini, jika tidak dikendalikan bisa melonjak lagi ke depannya,” ucap Tito saat memimpin Rakor.

Sementara itu, usai mengikuti rakor, Yuas Elko mengatakan, bahwa Indeks Perkembangan Harga (IPH) sebagai proxy inflasi di Provinsi Kalteng pada minggu kedua Agustus ini mengalami deflasi sebesar -0,50 persen.

“Kita berada diurutan 21 IPH Provinsi yang mengalami deflasi, sedangkan di Pulau Kalimantan sendiri kita berada di urutan 3 setelah Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur,” ucapnya.

Menurutnya, inflasi di Kalteng masih tergolong aman dan terkendali. Namun harus selalu waspada, karena beberapa komoditas masih mengalami fluktuasi harga.

“Itu yang menjadi perhatian Pemerintah Daerah sehingga harga barang bisa terjangkau oleh masyarakat, kemudian kesejahteraan petani juga bisa meningkat,” tukasnya.

Dalam Rakor itu, Plt. Kepala Badan Pusat Statistik RI Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan, inflasi tertinggi di Pulau Sumatera berada di Kota Gunungsitoli (1,30 persen), Pulau Jawa berada di Kota Surakarta (0,31 persen), Pulau Kalimantan berada di Kota Balikpapan (0,53 persen), Pulau Sulawesi berada di Luwuk (0,73 persen), Pulau Bali-Nusa Tenggara berada di Kabupaten Maumere (0,65 persen), dan Pulau Maluku-Papua berada di Manokwari (1,43 persen).

“Secara nasional, jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada minggu kedua Agustus 2023 turun sekitar 1 persen dari minggu sebelumnya dan penurunan IPH terjadi di sebagian besar wilayah Pulau Sumatera dan Pulau Jawa,” jelasnya.

Sedangkan jumlah kabupaten/kota di Pulau Kalimantan sambungnya, yang mengalami kenaikan IPH relatif lebih banyak. Menurut Amalia, pada minggu kedua Agustus 2023, sebagian besar komoditas pangan mengalami penurunan harga dibandingkan dengan Juli 2023. (mda/ok)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard