Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Mewujudkan Kotim Zero Kekerasan Pada Anak Harus Saling Bersinergi

Redaksi 15-08-2023, 01:54 WIB 1 menit baca
Sekda Kabupaten Kotim, Fajrurrahman saat menghadiri acara. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Sekda Kabupaten Kotim, Fajrurrahman saat menghadiri acara. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT – Kekerasan terhadap anak masih menjadi ancaman, baik kekerasan terhadap fisik maupaun nonfisik pada anak. Berbagai upaya pun terus terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) untuk menghapus permasalahan itu.

Dengan tujuan nantinya anak benar-benar bisa merasa aman dan nyaman demi tumbuh kembang mereka, sebagai mana komitmen dalam meraih Kabupaten Kota Layak Anak (KLA) Pratama.

Upaya yang dilakukan adalah dengan menggandeng seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama melakukan pencegahan dengan melakukan sosialisasi tentang pencegahan kekerasan terhadap anak.

“Kita bertekad Bumi Habaring Hurung julukan Kabupaten Kotawaringin Timur zero kekerasan terhadap anak. Namun semua tidak lepas dari bantuan masyarakat untuk turut serta dalam mensosialisasikan stop kekerasan kepada anak,” ujar Sekretaris Daerah Kotim, Fajrurrahman, belum lama ini.

Fajrurrahman juga meminta kepada dinas terkait lebih aktif lagi dalam mensosialisasikan kekerasan terhadap anak di lingkungan masyarakat, hingga kepada pasangan baru menikah juga harus dibekali informasi terkait hal itu. Sehingga bisa diatasi sedini mungkin.

Dan lanjutnya, berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Kotim, kasus kekerasan anak masih ditemukan di Kotawaringin Timur.

Kasus-kasus yang terjadi menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur. Dengan menjalin sinergitas dengan seluruh elemen masyarakat maka Pemkab Kotim yakin untuk bisa mengatasi permasalahan tersebut.

“Kita akan terus memperbaiki layanan kita untuk anak-anak agar hak mereka terpenuhi. Mari kita bersama-sama bersinergi untuk memenuhi hak dan perlindungan anak serta peran keluarga di masyarakat,” tuturnya. (f2/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard