Lewati ke konten utama
Provinsi

Saling Bersinergi Jaga Kalteng Bebas Karhutla

Redaksi 18-08-2023, 01:58 WIB 1 menit baca
Petugas saat sedang melakukan pemadam lahan yang terbakar. (FOTO:ISTIMEWA)
Petugas saat sedang melakukan pemadam lahan yang terbakar. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Dampak El nino membuat Musim Kemarau tahun 2023 lebih kering dibandingkan tahun lalu, untuk kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah (Kalteng) perlu terus ditingkatkan.

Saat ditemui di sela-sela rangkaian acara Peringatan HUT ke 78 RI, Kamis (17/8/2023) di Kantor Gubernur Kalteng kemarin, Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBPK Ahmad Toyib menyampaikan, suhu panas yang melanda kalteng diakibatkan oleh cuaca ekstrem, sehingga bermunculannya titik-titik Karhutla.

"Karhutla yang terjadi ini 99 persen adalah akibat ulah orang tidak bertanggung jawab, ditambah lagi dengan cuaca ektstrem mengakibatkan karhutla semakin banyak,” ucapnya (17/08/2023).

Dia mengatakan, saat ini seluruh instansi terkait seperti BPBD, TNI/Polri, Manggala Agni, Damkar, Tagana, serta Relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) dapat terus bekerjasama dan bersinergi, dengan mengutamakan pencegahan terjadinya Karhutla dalam mewujudkan Kalteng Bebas Kabut Asap tahun 2023.

“Kita bersyukur di momentum Hari Ulang Tahun ke-78 Republik Indonesia ini Kalteng bebas kabut asap, meski demikian harus terus waspada, mengingat titik api setiap hari semakin meningkat, akibat dari cuaca yang cukup panas," ujar Ahmad Toyib.

Toyib juga mengungkapkan kondisi Karhutla saat ini sudah sangat baik bila dibandingkan dengan tahun 2019, dimana pada bulan Juli 2019 kabut asap akibat Karhutla sudah mulai mengganggu aktivitas masyarakat.

"Mari terus bersinergi bersama menjaga Kalteng dari Karhutla, Kalteng Bebas Kabut Asap,” jelasnya.

Dirinya juga mengimbau kepada masyarakat kalteng agar tidak membuka lahan dengan membakar, karena akibat lahan yang terbakar akan membawa dampak yang besar, seperti masalaj kesehatan dan tentunya perekonomianpun juga akan ikut terganggu.

Pada Musim kemarau ini, menjaga lahan atau pun hutan bukan saja tanggung jawab pemerintah, melainkan masyarakat juga perlu berpartisipasi dalam menanggulangi karhutla di wilayahnya masing-masing. (mda/ok)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard