Kabut Asap Tambah Parah, Disdik Kotim Akan Undur Jam Belajar Sekolah
SB, SAMPIT - Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengizinkan sekolah masuk lebih siang jika kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kian parah, yang menyebabkan terjadinya kabut asap yang mengganggu kesehatan.
“Kita melihat Kotim mulai terjadi kabut asap akibat karhutla sehingga ini sangat berdampak pada kesehatan para siswa. Maka dari itu kami akan berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk memberlakukan kebijakan jam masuk dan pulang sekolah kalau memang situasional tidak mendukung,” ungkap Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kotim Muhammad Irfansyah saat mengikuti upacara Kemerdekaan RI ke-78, Kamis (17/8/2023).
Dirinya mengatakan, mereka sudah menyerahkan kepada pihak sekolah untuk bisa mengusulkan apabila didaerahnya ada karhutla dan memang kondisi udara sudah tidak sehat.
Menurutnya, saat ini kegiatan belajar-mengajar di Sampit dan daerah terdampak kabut asap lainnya masih berlangsung normal. Kabut asap yang melanda hanya terjadi pada subuh hingga pagi hari. Saat matahari mulai meninggi dan menjelang siang, kabut asap semakin memudar.
"Kami belum mengeluarkan edaran resmi untuk menunda atau mengundur jam masuk sekolah. Karena belum ditetapkan status darurat dari BMKG atau BPBD Kotim sebagai dasarnya. Namun pihak sekolah bisa mengkondisikannya terlebih dahulu,” tuturnya.
Pihaknya memberikan akses kepada seluruh sekolah yang terkena dampak Karhuta untuk segera mungkin mengambil tindakan sendiri tanpa menunggu pemberitahuan resmi. (f1/sb)