Stunting dan Karhutla Menjadi Perhatian Pemerintah Kotim
SB, SAMPIT - Isu stunting masih menjadi perhatian bagi Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Hal itu mengingat stunting bukan hanya berdampak pada pertumbuhan anak, tapi juga berkaitan dengan kecerdasan dan kesehatan anak-anak.
"Stunting masih menjadi perhatian bagi pemerintah. Penanganan stunting masih ada progres walaupun belum signifikan. Tahun lalu angka stunting di Kalimantan Tengah sebesar 26,9 persen, turun sedikit dibanding 2021 sebesar 27,4 persen," ucap Sekretaris Daerah (Sekda), Fajrurrahman, Kamis (17/8/2023).
Dan ia menyampaikan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kotim sekarang terus mengencarkan untuk melakukan pencegahan stunting, yaitu dengan cara jemput bola sosialisasi atau melakukan pemeriksaan kesehatan kepada balita dan ibu hamil.
Selain itu masyarakat juga memiliki peran aktif dalam pencegahan stuting, kemudian utuk ibu hamil agar bisa memperhatikan usia kandungan serta mengkonsumsi makanan yang sehatan untuk kemahamilan.
“Orang tua harus rutim memperiksaan atau mengikuti imunasikan anaknya, serta memberikan makanan yang sehat untuk membantu tumbuh kembang si buah hati,” terangnya.
Selain mengkonsumsi makanan yang bergizi, juga harus menerapkan pola hidup sehat dengan menjaga kebersihan.
“Kita akui kondisi angka stunting ditempat kita sudah mulai terkendali, namun kita harus terus berusaha secara bersama-sama menalukan pencehanan,” tuturnya.
Selain masalah stunting, isu karhutla tengah marak di Kabupaten Kotawaringin Timur masih terus dibahas dan menjadi perhatian pemerintah juga.
Dirinya mengajak semua pihak untuk saling bahu membahu untuk menghadapi musim kemarau tahun ini. Sehingga dengan sinegritas itu, Kalimantan Tengah dapat bebas dari karhutla dan kabut asap.
"Kita harus bersama-sama menghadapi masalah karhutla ini yang tengah maraknya di Kotawaringin Timur sehingga kita bisa mengatasinya dengan baik,” tegasnya. (f2/sb)