Lewati ke konten utama
Provinsi

Kabut Asap Membawa Dampak Pada Sektor Pendidikan

Redaksi 11-09-2023, 03:50 WIB 1 menit baca
Salah satu komunitas membagikan masker kepada siswa siswi saat kabut asap menyelimuti Kota Palangka Raya. (FOTO:ISTIMEWA)
Salah satu komunitas membagikan masker kepada siswa siswi saat kabut asap menyelimuti Kota Palangka Raya. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA — Kabut asap yang terjadi di Kota Palangka Raya sebagai dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), telah menimbulkan dilema. Salah satunya pada sektor pendidikan.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonessia (PGRI) Provinsi Kalteng, Prof Dr H Suriansyah Murhaini mengatakan, akibat kabut asap ini maka yang terdampak tidak hanya di semua satuan pendidikan itu saja, akan tetapi hingga pendidikan dijenjang perguruan tinggi sekalipun juga terdampak.

“Yang rentan terdampak tidak hanya anak – anak usia PAUD/TK, SD, SMP dan SMA sederajat saja, bahkan para mahasiswa perguruan tinggi tentunya juga rentan terdampak efek kabut asap,” ungkap Suriansyah, belum lama ini.

Tak bisa dipungkiri, apabila meliburkan anak didik dari aktivitas belajar di sekolah atau aktivitas kuliah di perguruan tinggi saat kabut asap, maka sudah barang tentu merugikan. Karena mereka akan ketinggalan pelajaran.

“Untuk itu harus ada kebijakan yang tepat, tentunya dalam hal ini dinas pendidikan memiliki kewenangan akan hal itu, dengan dasar pertimbangan serta koordinasi bersama berbagai pihak, dalam melihat situasi dan kondisi,” tukasnya.

Menurut Suriansyah, kabut asap akibat karhutla di wilayah Kalteng dalam penanganannya maupun kondisinya tidak sama terjadi pada suatu wilayahnya. Contohnya di Kabupaten Kotim, kabut asap lebih tebal dibanding kota atau kabupaten lainnya di Kalteng.

Karenanya, dalam kondisi itu dinas pendidikan bersama pemerintah daerah, bisa saja mengambil kebijakan meliburkan peserta didik. Dengan pertimbangan kabut asap sudah membahayakan. (mda/ok)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard