Empat Hal Ditekankan Kepada Guru Dalam Rapor Pendidikan
SB, SAMPIT – Selain dituntut untuk lebih berfikir kritis, kreatif dan inovatif dalam menyampaikan proses pembelajaran, guru juga diharapkan bisa melakukan pemetaan potensi murid dalam 4 tingkat, baik itu literasi maupun numerasi dalam rapor pendidikan.
"Mulai dari tingkat yang paling bawah adalah perlu intervensi khusus, kemudian tingkat di atasnya adalah dasar, lalu cakap dan paling tinggi adalah mahir,” kata Plt Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Muhammad Irfansyah saat dikonfirmasi pada (14/9/2023).
Irfansyah mengatakan, satuan pendidikan dengan profil peserta didik perlu intervensi khusus, artinya berada pada posisi jenjang kemampuan literasi jauh di bawah kompetensi umum.
Pada jenjang ini sebutnya, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian yaitu memastikan bahwa peserta didik memiliki kesiapan dan keterterikan untuk mengembangkan kemampuan literasinya.
"Yang perlu diingat adalah pemetaan rapor pendidikan ini bukan untuk menghakimi. Tapi lebih untuk mengetahui bahwa posisi kemampuan siswa pada satuan pendidikan itu ada di level mana untuk dikembangakan dan seperti apa yang harus diperbaiki. Ini adalah tugas utama kepala satuan pendidikan beserta jajarannya,” tegas Irfansyah.
Pihaknya juga telah melaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) beberapa waktu lalu, kini hasil ANBK pun tervisualisasikan dalam platform rapor pendidikan.
Hal ini dapat memudahkan baik pemkab maupun satuan pendidikan mengakses hasil ANBK untuk bahan evaluasi pendidikan. (f1/sb)