Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Tujuh Kasus DSS Ditemukan di Kotim

Redaksi 14-09-2023, 01:52 WIB 1 menit baca
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotim, Umar Kaderi. (FOTO:ABU)
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotim, Umar Kaderi. (FOTO:ABU)

SB, SAMPIT – Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diminta untuk menjaga pola makan dan kebersihan lingkungan, karena selain demam berdarah dengue (DBD) nyamuk juga menyebarkan penyakit seperti Dengue Shock Syndome (DSS).

Diketahui DSS sendiri cenderung menyerang pada anak, bahkan penyakit ini diketahui lebih berbahaya dari DBD.

Berdasarkan data Dinas Sosial Kabupaten Kotim, tahun 2023 ditermukan tujuh kasus DSS.

"Tahun ini keseluruhan sudah ada 7 kasus DSS di Kotim. Untuk Agustus 2023 langsung naik 3 kasus dari sebelumnya bulan Februari 1 kasus, Maret 2 kasus dan Mei 1 kasus untuk September belum masuk,” kata Kepala Dinkes Kotim, Umar Kaderi saat dikonfirmasi pada Kamis (14/9/2023).

Dirinya mengatakan, DBD bila tidak segera ditindak akan mengakibatkan komplikasi dengue shock syndrome (DSS). Dinilainya kasus ini sangat rentang menyerang anak diusia 3 sampai 14 tahun serta bisa mematikan.

Maka dari itu dirinya mengimbau, anak yang terkena DBD tetap disarankan untuk dilakukan perawatan di puskesmas agar mendapatkan perawatan dan pemantauan oleh tim medis.

Karena menurutnya, apabila anak sudah mengalami DSS, maka akan dirujuk ke rumah sakit untuk dilakukan perawatan secara intensif di ruangan PICU (Pediatric Intensive Care Unit).

"Hal inilah yang seharusnya para orang tua waspadai ketika anak terserang DBD harus segera dibawa ke pelayanan kesehatan terdekat. Jangan dirawat di rumah karena butuh pemantaun darah 24 jam, pastikan makan minum dan kencing yang cukup. Semoga sampai akhir tahun Kotim tak ada penambahan lagi kasus DSS,” imbuhnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard