Suhu Panas di Kotim Melebihi Batas Maksimum, Ini Imbauan Dinkes
SB, SAMPIT - Cuaca panas seminggu terakhir ini memang sangat dirasakan warga Sampit dan sekitarnya. Untuk menghindari dehidrasi, warga di wilayah setempat diimbau untuk banyak-banyak minum air putih.
Imbauan ini disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Nugroho Kuncoro Yudho saat menghadiri rapat evaluasi status tanggap darurat karhutla dikantor BPBD Kotim pada Senin (16/10/2023).
“Sesuai data BMKG sepekan ini suhu di Kotim melibihi suhu maksimum normal 29,0 hingga 30,6 derajat celsius. Sedangkan normalnya 28,8 derajat celsius. Cuaca panas ini dampak kesehatan yang harus diwaspadai yakni dehidrasi. Khususnya bagi anak- anak, ibu hamil. Jadi harus banyak minum air putih,” kata Nugroho Kuncoro.
Dirinya menegaskan, saat cuaca sedang panas-panasnya, perbanyaklah minum air putih, bahkan lebih banyak dari biasanya. Minum air putih sebanyak 2–3 liter per hari akan membuat terhindar dari dehidrasi meski cuaca sedang panas terik.
Untuk memastikan masyarakat aman, lanjut Nugroho, Dinkes Kotim rutin melakukan penyuluhan pentingnya mengkonsumsi air bersih. Tak hanya itu, sosialisasi dan bahayanya mengkonsumsi air tidak layak minum juga disampaikan kepada masyarakat oleh tiap Puskesmas.
“Kami sudah menyiapkan dan mengantisipasi sebelumnya serta melakukan penyuluhan pada masyarakat, terkait manfaat air minum. Juga penyakit- penyakit yang ditimbulkan saat musim panas ini serta dampak yang diakibatkan mengkonsumsi air yang kotor,” ungkapnya.
Kemudian dirinya juga mengakui beberapa Puskesmas sudah menyiapkan alat khusus untuk mendeteksi kandungan air. Dengan alat itu, maka bisa terdeteksi air yang tercemar ataupun air layak dikonsumsi. (f1/sb)