Pada HUT Kotim, Pemkab Akan Laksanakan Gerebek Stunting
SB, SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akan segera menjadwalkan gerebek stunting pada hari jadi Kotim nanti. Gerebek stunting ini dilakukan Pemerintah dalam komitmen untuk menekan angka anak mengalami gizi buruk atau gangguan pada tumbuh kembang pada anak.
"Saya telah instruksikan untuk menganggarkan gerebek stunting pada anggaran perubahan. Hal itu nanti diatur jadwalnya sekaligus rangkaian memperingati hari jadi Kotawaringin Timur," kata Bupati Kotim Halikinnor, Senin (16/10/2023).
Pemerintah Kotim telah menggarkan sebesar Rp 1 miliar untuk kegiatan tersebut. Gerebek stunting nanti akan ada pembagian susu dan telur kepada warga yang tengah hamil dan memiliki anak balita, dengan katagori kurang mampu.
Pelaksanaan kegiatan tersebut akan dijadwalkan bertepatan dengan Hari Jadi Kotim yang jatuh pada awal tahun 2024 nanti. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan dilibatkan dalam kegiatan itu.
Grebek stunting merupakan revolusi penanganan stunting yang dilakukan Pemkab Kotim. Hal tersebut terhadap penanganan stunting. Sehingga penurunan dengan target 14 persen dari pemerintah pusat dapat tercapai.
Menurut informasi dari Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3?2KB) Kotim, Imam Subekti menyebut kasus stunting di Kotim menjadi 20,7 persen saat ini. Pihaknya berharap ke depannya stunting di Kotim bisa di bawah 14 persen.
"Jadi kita akan ada gerakan gerebek stunting nanti yaitu gerakan menyelesaikan stunting tapi itu adalah dengan memberikan perlakuan ke anak umur di bawah 2 tahun dan 5 tahun," ujarnya.
Yang mana susu dan telur yang mengandung protein sangat diperlukan bagi anak untuk pencegahan stunting. Sehingga pemberian makanan protein itu akan dilakukan selama enam bulan. (f2/sb)