Kotim Masih 5 Besar Kualitas Udara Terburuk se-Indonesia
SB, SAMPIT - Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih berada di 5 besar dengan kualitas udara terburuk di Indonesia setelah Palangka Raya, Palembang, Rokan Hulu dan DKI Jakarta dalam periode 5 hari terakhir.
Buruknya kualitas udara di Kotim tersebut disebabkan oleh polusi yang dihasilkan oleh kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
"Berdasarkan data ISPUnet per 17 Oktober berada di angka 164 PM/ 2,5 masih masuk kategori tidak sehat. Hari ini kita masih diposisi 5 besar. Ditambah, sudah lebih dari 2 minggu ini tidak pernah ada hujan di Kotim makanya semakin ada di udara itu partikelnya,” kata Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim, Joni Parwoto pada Selasa (17/10/2023) kemarin.
Dirinya menjelaskan, perkembangan data ISPU selaras dengan munculnya kejadian kebakaran. Semakin banyak kejadian maka ISPU semakin tinggi.
Ia menilai, meskipun udara di Kotim sudah tidak berbahaya semua pihak diingatkan tetap waspada karena kabut asap masih berpotensi terjadi. Kebakaran gambut sudah terjadi hingga beberapa meter di dalam tanah sehingga curah hujan belum tentu memadamkan api di dalam tanah.
"Titik panas nihil itu mungkin karena satelit tidak dapat menembus ke lapisan gambut yang tebal. Curah hujan yang turunpun hanya berpotensi hanya memadamkan api di atas permukaan. Satelit hanya dapat mengambil gambar di permukaan tanah, jadi api yang ada di dalam tanah tidak terdeteksi". Ujarnya
Ia pun mengimbau kepada masyarakat, agar menjaga kesehatan dengan mengenakan masker saat berkegiatan di luar, menyalakan penyaring udara, menutup jendela, hingga menghindari aktivitas outdoor. (f1/sb)