Bupati Pulang Pisau Pudjirustaty Narang foto bersama jajaran Kementrian Kehutanan dan Lingkungan Hidup dengan Pemerintah Australia, yang diwakili pihak ACIAR di Gedung Wana Bhakti Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) Jakarta Pusat, Rabu (25/10/2022). FOTO : ISTIMEWA
SB, PULANG PISAU - Bupati Pulang Pisau Pudjirustaty Narang didampingi Kepala Dinas PUPR Dr. Usis I Sangkai S.Hut. M.Si dan Sekretaris Bappedalitbang, Hendry Arroyo menghadiri kegiatan proyek kerjasama penelitian antara Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) dan Pemerintah Australia yang diwakili oleh ACIAR di gedung Wana Bhakti Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) Jakarta Pusat, pada Rabu (25/10/2022).
Kerjasama tersebut, dalam upaya mengurangi kebakaran di wilayah gambut dan mendapatkan alternatif sumber penghidupan berkelanjutan, bagi masyarakat dilahan gambut yang salah satunya dilokuskan di Desa Tumbang Nusa Kecamatan Jabiren Raya Kabupaten Pulang Pisau.
Pada kesempatan itu, Bupati Pulang Pisau Pudjirustaty Narang menyampaikan hampir 60 persen, atau tepatnya 59,40 persen wilayah Kabupaten Pulang Pisau adalah lahan gambut.
Lanjut Bupati, hal itu berdasarkan hasil kajian BNPB pada Tahun 2019, terdapat sekitar 161.400, 69 Ha, wilayah kabupaten Pulang Pisau beresiko tinggi terhadap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
"Khususnya, berada di kecamatan Jabiren Raya dan Kahayan Kuala, sehingga dengan adanya proyek kerjasama ini perlu diapresiasi sebagai upaya dukungan eksternal untuk membantu wilayah di Kabupaten Pulang Pisau dalam meminimalkan potensi emisi gas rumah kaca akibat gambut," jelasnya.
Kata Bupati, lasca selesainya kajian proyek penelitian ini yang dimulai tahun 2018 lalu, telah memberikan dampak positif terutama membantu program berkelanjutan dalam peningkatan lingkungan hidup berkelanjutan, dan pemberdayaan masyarakat, khususnya bidang ekonomi dikawasan gambut
"Program hilirisasi diperlukan untuk membantu mata pencaharian yang inklusif bagi masyarakat. Khususnya dalam pemasaran produk lokal yang diharapkan dapat di implementasikan dalam keberlanjutan proyek ini," tegas Bupati Pudjirustaty Narang.
"Beberapa point penting keberlanjutan kerjasama proyek tersebut, didapatkan beberapa rekomendasi diantaranya meningkatkan kelembagaan, identifikasi mata pencaharian masyarakat, pengelolaan Karhutla dilahan gambut, serta mengukur dampak praktek restorasi lahan gambut," tandasnya. (dm)