Peserta saat tampil dalam lomba puisi yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah di Aula dinas setempat, Selasa (5/7/2022).
PULANG PISAU - Dalam rangka peningkatan kegemaran membaca dikalangan Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI), Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Pulang Pisau, menyelenggarakan Lomba Puisi tingkat SD dan MI se Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis).
Kegiatan dilaksanakan di aula kantor dinas setempat, Selasa (5/7/2022), dan di buka Kapala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Widi Harsono.
"Kegiatan ini melibatkan 10 peserta perwakilan dari delapan kecamatan," ungkap Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Pulpis, Widi Harsono.
Widi mengakui Lomba Puisi tingkat SD dan MI ini, merupakan unsur penting dalam pendidikan, baik bersifat formal maupun non formal yang harus dijaga, dan ditingkatkan esensinya, melalui berbagai upaya pembinaan pembangunan kegemaran membaca.
Widi, menjelaskan Undang-undang Nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan Bab XIII Pasal 48 Ayat 1 mengamanatkan pembudayaan kegemaran membaca dilakukan melalui tiga jalur, yakni keluarga, satuan pendidikan dan masyarakat.
"Budaya kegemaran membaca lebih mudah ditanamkan pada anak sedini mungkin, dan berlanjut secara terus menerus," jelas Widi Harsono.
Widi menegaskan untuk mewujudkan anak yang mempunyai kegemaran membaca dapat ditumbuhkan di sekolah, salah satunya mengoptimalkan seluruh potensi sumber daya perpustakaan yang ada di daerah maupun yang ada di sekolah agar dapat dicapai hasil yang optimal.
"Meningkatkan kegemaran membaca di kalangan generasi muda itu harus dipupuk, dan digiatkan secara serentak dan terpadu dengan melibatkan peran serta semua komponen bangsa, baik di tingkat pusat dan daerah," ujarnya.
Lanjut Widi, tradisi lisan merupakan salah satu kekayaan Indonesia seperti kesetaraan sejarah berbagai sudah diabadikan dalam bentuk tulisan. Tulisan tersebut sudah banyak yang menjadi koleksi perpustakaan, contohnya puisi nasional, Ki Hajar Dewantoro, Pangeran Diponegoro, Kartini dan lainnya.
"Puisi-puisi semacam itu dapat membangkitkan cinta anak terhadap bangsa dan negara atau budaya daerah.
"Melalui puisi rakyat nusantara akan menumbuhkan rasa kekaguman kepada khasanah kekayaan budaya, yang pada gilirannya akan menumbuhkan rasa menghormati, rasa bersatu dalam ikatan kebangsaan, yakni Bangsa Indonesia, " pungkasnya. (dm)