5 Sekolah di Kotim Terdampak Banjir, Ratusan Siswa Belajar Daring
SB, SAMPIT – Hujan deras beberapa waktu ini membuah sejumlah sekolah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ikut terendam. Namun Dinas Pendidikan (Disdik) pastikan hak pendidikan siswa tetap terpenuhi meski banjir mengganggu aktivitas belajar.
Kepala Disdik Kotim Muhammad Irfansyah mengatakan, saat ini pihaknya sedang mendata sekolah yang terkena banjir untuk memastikan KBM tetap berjalan dengan metode daring.
"Sementara ini sudah ada 5 sekolah yang melaporkan terendam banjir. Sedangkan untuk jumlah keseluruhan belum bisa dipastikan karena belum ada laporan lagi yang masuk, ujar Irfansyah, Kamis (2/5/2024).
Ia menjelaskan, situasi di sekolah yang terendam banjir tersebut bervariasi, ada yang terendam dari halaman sekolah sampai ke ruang kelas, dan ada yang akses jalan menuju sekolah terputus.
Tinggi air di beberapa sekolah tersebut juga sudah sesampai lutut orang dewasa sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan kegiatan pembelajaran siswa.
"Olehnya itu demi kesehatan dan keselamatan siswa kami berikan keringanan untuk kegiatan belajar jarak jauh,” terangnya.
Saat ini pihaknya masih terus mendata sekolah-sekolah mana saja yang terdampak banjir. Berdasarkan informasi, beberapa sekolah juga digunakan sebagai tempat untuk pengungsian. Sehingga kegiatan sekolah juga akan dialihkan ke PJJ.
“Intinya kami permudah untuk anak-anak maupun untuk gurunya yang terdampak banjir,” tandasnya.
Sementara ini, sekolah yang telah melaporkan terendam banjir antara lain SDN 3 Sawahan dan SDIT Al Ishlah Sampit Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, SDN 1 Ramban dan rumah dinas guru di Kecamatan Mentaya Hilir Utara, SDN 1 Tumbang Koling dan SMPN Satap 2 Kecamatan Cempaga Hulu. (f1/sb)