Atasi Banjir, Pemkab Kotim Bangun Bendungan Sementara
SB, SAMPIT - Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kabupaten Kotim melakukan penutupan sementara Sei Baamang menggunakan metode tabat atau bendungan kecil.
Kepala Dinsa SDABMBKPRKP, Mentana mengatakan, langkah jangka pendek yang dilakukan menutup sementara sungai tersebut agar air tidak lagi meluap banyak ke pemukiman sehingga masyarakat bisa kembali normal berkatifitas.
"Penutupan ini dilakukan untuk meminimalisir luapnya air Sungai Baamang ke pemukiman warga di Kelurahan Sawangan Sampit," kata Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim, Jumat (3/5/2024).
Ia menjelaskan, penutupan sementara dilakukan dengan pola tabat, yakni menggunakan karung berisiskan pasir uruk yang disusun kemudian dilapisi terpal.
Metode ini dilakukannya karena luapan air Sei Baamang saat ini melebihi daya tampung sungai sehingga menyebabkan terjadinya banjir disepanjang daerah aliran sungai.
"Dengan tabat tersebut, paling tidak 30% dari debit Sungai Baamang bisa dikontrol," terangnya.
Meluapnya Sungai Baamang ini sempat memutuskan akses jalan menuju ke beberapa sekolah yang ada di wilayah tersebut. Olehnya itu ia menilai metode tabat ini merupakan langkah tepat jangkah pendek untuk mengatasi masalah tersebut.
Tidak hanya itu pihaknya juga berencana akan membuat tabat beton permanen di lokasi yang sama. Namun proyek bendungan kecil tersebut belum bisa dikerjakan dalam waktu dekat karena baru di ajukan ke anggaran perubahan. (f1/sb)