Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Ini Penjelasan Dinkes Bahwa KotimTerendah E-PPBGM

Redaksi 28-06-2024, 08:06 WIB 2 menit baca
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotim, Umar Kaderi ketika diwawancara oleh wartawan. (FOTO:ABU)
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotim, Umar Kaderi ketika diwawancara oleh wartawan. (FOTO:ABU)

SB, SAMPIT - Data persentase balita yang diukur pada aplikasi E-PPBGM yang menunjukan Kabupaten Kotim berada di posisi terendah di antara kabupaten/kota se-Kalteng dengan capaian 28,64 persen.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim Umar Kaderi menerangkan rendahnya persentase E-PPBGM di Kotim karena selama ini yang bekerja melakukan penimbangan dan pengukuran sebagian besar hanya tenaga kesehatan.

Ada beberapa desa dan kecamatan yang membantu, namun tak sebanding dengan jumlah wilayah dan target yang harus ditangani. Sedangkan tanggung jawab penanganan stunting bukan hanya Dinkes, tapi satuan tugas (satgas) yang melibatkan sejumlah dinas dan instansi.

“Bahkan, ada laporan dari rekan-rekan kami di lapangan, bahwa petugas yang ikut dalam kegiatan itu hanya sekadar mengambil foto-foto. Itu lah fakta di lapangan, tapi kami anggap itu sudah berlalu, kedepannya kami berharap yang juga ikut membantu,” kata Umar Kaderi, Jumat (28/6/2024).

Ia menerangkan, berdasarkan hasil rembuk stunting Pemkab Kotim beberapa waktu lalu sepakat untuk melaksanakan kegiatan pengukuran balita ke rumah-rumah warga yang memiliki anak usia balita. Kegiatan itu rencananya dilaksanakan antara Juni atau Juli.

Akan tetapi, pada awal Juni anggota satgas stunting memiliki kesibukan masing-masing sehingga, kegiatan belum terlaksana.

Namun, disisi lain pihaknya juga menerima SK Kementerian Dalam Negeri untuk mengoptimalkan data E-PPBGM dalam rentang waktu 1-30 Juni 2023. Karena data E-PPBGM diperlukan untuk perbandingan dengan hasil SKI Kemenkes.

“Dengan data riil lapangan itu Kemendagri ingin mendapat data sebenarnya terkait angka stunting di Indonesia,” ujarnya.

Berdasarkan SK Kemendagri yang ditindaklanjuti melalui instruksi Bupati Kotim, maka selama tiga hari kedepan, tepatnya sampai Minggu (30/6), pihaknya bersama tim akan melaksanakan gerakan serentak penimbangan dan pengukuran terhadap balita se-Kotim.

Data dari kegiatan tersebut akan langsung diunggah ke aplikasi E-PPBGM paling lambat Minggu pukul 23:59 WIB. Melalui kegiatan ini ia berharap bisa menaikkan cakupan dan capaian pengukuran dan penimbangan balita, sehingga mendapat angka prevalensi stunting di Kotim.

“Seandainya capaian E-PPBGM kita bisa sampai 80-90 persen, maka hasil SKI bisa kita bantah. Karena sebenarnya data stunting kita sekarang sudah turun. Makanya, teman-teman di kecamatan, desa, PKK dan lainnya saya harap bisa membantu,” tutupnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard