Brigjen TNI Debok dan Kasdam Tambun Bungai Padamkan Karhutla di Tjilik Riwut Km 21 Palangka Raya
SB, PALANGKA RAYA – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kota Palangka Raya mendapat perhatian langsung dari jajaran Kodam XXII/Tambun Bungai. Brigjen TNI Debok turun langsung meninjau lokasi Karhutla di kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 21, Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng).
Dalam kunjungan tersebut, Brigjen TNI Debok didampingi Kasdam XXII/Tambun Bungai Brigjen TNI Sugiyono, M.Si., serta Kapuskodalops Letkol Inf Nurliwedie Nurdin Kanan, S.M., M.M. Rombongan langsung melihat kondisi lahan yang terdampak kebakaran sekaligus memantau aktivitas personel yang tengah melakukan penanganan di lapangan.
Setibanya di lokasi, Brigjen TNI Debok meninjau secara langsung area yang terdampak Karhutla. Pemantauan dilakukan untuk melihat perkembangan situasi sekaligus memastikan upaya pemadaman dan pengendalian kebakaran terus berjalan.
Di tengah kondisi tersebut, Brigjen TNI Debok mengingatkan personel agar tidak lengah dalam menghadapi Karhutla. Kecepatan dalam bertindak harus tetap diimbangi dengan kewaspadaan terhadap kondisi medan dan keselamatan setiap anggota yang bertugas.
“Kita harus tetap waspada. Penanganan Karhutla harus dilakukan dengan cepat, tetapi keselamatan personel juga menjadi hal yang utama. Jangan sampai dalam melaksanakan tugas justru ada anggota yang mengalami sesuatu yang tidak kita inginkan,” tegas Brigjen TNI Debok.
Menurutnya, setiap perkembangan di lapangan harus segera dilaporkan dan dikoordinasikan agar langkah penanganan dapat dilakukan secara tepat. Kondisi kebakaran yang dapat berubah sewaktu-waktu membutuhkan kesiapsiagaan seluruh personel yang terlibat.
“Laksanakan tugas dengan baik, terus pantau perkembangan di lapangan dan lakukan koordinasi. Jangan bekerja sendiri-sendiri. Semua harus bergerak secara terpadu agar api bisa segera dikendalikan dan tidak meluas,” ujarnya.
Brigjen TNI Debok juga menekankan pentingnya kesiapan personel selama berada di lokasi Karhutla. Medan yang terdampak kebakaran memiliki kondisi yang perlu diantisipasi sehingga setiap tindakan harus dilakukan dengan perhitungan dan kehati-hatian.
“Utamakan faktor keamanan dan keselamatan. Tetap jaga kewaspadaan, karena kondisi di lapangan bisa berubah. Yang paling penting, api dapat kita tangani dan personel tetap dalam keadaan aman,” katanya.
Sementara itu, Kasdam XXII/Tambun Bungai Brigjen TNI Sugiyono, M.Si., yang turut mendampingi peninjauan tersebut ikut memantau kondisi kawasan terdampak serta pelaksanaan penanganan Karhutla oleh personel di lapangan.
Kehadiran jajaran pimpinan Kodam XXII/Tambun Bungai secara langsung di lokasi menjadi bentuk perhatian terhadap upaya penanggulangan Karhutla di Kalimantan Tengah. Pemantauan lapangan juga dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan secara cepat, terpadu, dan terkoordinasi.
Brigjen TNI Debok menegaskan bahwa seluruh personel harus tetap mempertahankan kesiapsiagaan sampai kondisi benar-benar terkendali.
“Jangan lengah dan jangan menganggap situasi sudah aman sebelum benar-benar dipastikan. Tetap lakukan pemantauan dan penanganan sesuai kondisi di lapangan. Kita ingin Karhutla ini segera terkendali dan dampaknya terhadap masyarakat maupun lingkungan dapat diminimalkan,” pungkasnya.
Peninjauan tersebut menegaskan komitmen Kodam XXII/Tambun Bungai untuk terus mendukung upaya penanggulangan Karhutla di wilayah Kalimantan Tengah, dengan mengedepankan kecepatan penanganan, koordinasi antarpersonel, serta keselamatan dalam setiap pelaksanaan tugas. (sb/*)