Lewati ke konten utama
Pemkab Lamandau

Karhutla Jadi Atensi, Polres Lamandau Gelar Coffee Morning Bahas Penanganan dan Distribusi BBM

Redaksi 16-09-2026, 18:38 WIB 1 menit baca
Kapolres Lamandau AKBP Eko Yusmiarto bersama Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra dan Wakil Bupati Lamandau Abdul Hamid dalam kegiatan Coffee Morning dalam rangka pembahasan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan serta pendistribusian BBM di wilayah Kabupaten Lamandau Tahun 2026, yang digelar di Aula Polres Lamandau, Rabu (16/9/2026). FOTO: BAYU/SB
Kapolres Lamandau AKBP Eko Yusmiarto bersama Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra dan Wakil Bupati Lamandau Abdul Hamid dalam kegiatan Coffee Morning dalam rangka pembahasan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan serta pendistribusian BBM di wilayah Kabupaten Lamandau Tahun 2026, yang digelar di Aula Polres Lamandau, Rabu (16/9/2026). FOTO: BAYU/SB

SB, NANGA BULIK – Penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta persoalan pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Lamandau bersama jajaran kepolisian.

Hal tersebut dibahas dalam kegiatan Coffee Morning dalam rangka pembahasan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan serta pendistribusian BBM di wilayah Kabupaten Lamandau Tahun 2026, yang digelar di Aula Polres Lamandau, Rabu (16/9/2026). 

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Polres Lamandau dan dihadiri Bupati Lamandau bersama unsur terkait.

Kapolres Lamandau AKBP Eko Yusmiarto, S.I.K. dalam laporannya menjelaskan 

Pembahasan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas sektor, terutama menghadapi ancaman karhutla yang masih menjadi persoalan di wilayah Lamandau serta memastikan distribusi BBM dapat berjalan sesuai ketentuan dan menjangkau kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan data penanganan karhutla, Polres Lamandau mencatat terdapat dua laporan terkait karhutla. Satu perkara masih dalam tahap penyelidikan, sementara satu perkara lainnya tercatat dengan satu orang tersangka. Ujarnya

Total luas lahan yang tercatat dalam dua laporan tersebut mencapai sekitar 10 hektare.

Di sisi pencegahan, berbagai kegiatan telah dilakukandiantaranya sosialisasi karhutla, penyampaian imbauan Maklumat Kapolda, pemasangan spanduk, pembuatan sekat kanal, embung air, sumur bor, latihan penanggulangan karhutla, serta patroli karhutla.

Sementara itu, aspek pendistribusian BBM turut menjadi agenda pembahasan karena ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat maupun mobilitas penanganan bencana di lapangan.

Melalui forum tersebut, koordinasi antara pemerintah daerah, kepolisian, serta pihak terkait diharapkan dapat semakin diperkuat sehingga langkah pencegahan, penanganan karhutla, hingga distribusi BBM dapat dilakukan secara terukur dan tepat sasaran.

"Penanganan karhutla bukan hanya soal memadamkan api, tetapi juga memastikan pencegahan berjalan sebelum kebakaran terjadi. Karena itu, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi potensi karhutla di Lamandau," pungkasnya. (BY/SB)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard