Bupati Jadikan Tumbang Kalang Sebagai Desa Toleransi Beragama
SB, SAMPIT - Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor mewacanakan Desa Tumbang Kalang menjadi Desa Toleransi Umat Beragama sebagai simbol kerukunan hidup umat beragama di daerah ini.
"Kalau kita sepakat dan mohon dukungannya, nanti akan ditetapkan dengan keputusan bupati bahwa desa ini (Tumbang Kalang) menjadi Desa Toleransi Umat Beragama yang Bhinneka Tunggal Ika dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Halikinnor, Selasa (22/7/2024).
Ia menjelaskan, Empat rumah ibadah berbeda agama yang dibangun berdampingan dalam satu kawasan dan diresmikan pada Minggu (17/4/2016) lalu ini menggambarkan kerukunan dan tingginya toleransi umat beragama di desa tersebut, secara lebih luas di Kabupaten Kotim.
"Di komplek itu terdapat empat rumah ibadah agama berbeda yaitu Balai Basarah Hindu Kaharingan, Gereja Katolik Stasi Kudus, Gereja Eka Shinta dan Masjid Al Hadi. Keberadaan komplek rumah ibadah itu membuat toleransi beragama semakin kuat dengan dilandasi saling menghormati dan menghargai," ujarnya.
Halikinnor berencana membangun rumah ibadah agama lainnya di kompleks itu yaitu pura bagi umat Hindu. Bahkan, jika memungkinkan tidak menutup kemungkinan membangun vihara atau klenteng.
Lanjutnya, melalui Desa Toleransi Umat Beragama diharapkan kerukunan umat di daerah ini semakin kuat. Ini juga akan menjadi kebanggaan sekaligus potensi Kotawaringin Timur untuk dikenal lebih luas.
"Bagi masyarakat kita, perbedaan suku dan agama itu merupakan hal lumrah karena itu hak masing-masing. Masyarakat kita sejak dari dulu sudah membuktikan dan menunjukkan tingginya toleransi, khususnya dalam kehidupan beragama. Ini yang ingin kita angkat melalui simbol Desa Toleransi Umat Beragama," tutupnya. (f1/sb)