Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Tiga Strategis Pemkab Kotim Penanggulangan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem

Redaksi 25-07-2024, 02:12 WIB 2 menit baca
Pemkab Kotim melaksanakan rapat koordinasipPenanggulangan kemiskinan dan percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem di wilayah setempat. (FOTO:ABU)
Pemkab Kotim melaksanakan rapat koordinasipPenanggulangan kemiskinan dan percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem di wilayah setempat. (FOTO:ABU)

SB, SAMPIT - Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), H Halikinnor dalam hal ini diwakilikan oleh Asisten Setda II Alang Arianto membuka rapat koordinasi Penanggulangan kemiskinan dan percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem di wilayah setempat pada Kamis (25/7/2024).

Alang menjelaskan, tingkat kemiskinan di Kotim pada 2023 adalah 5,69 persen dengan jumlah penduduk miskin sebesar 26.570 jiwa. Ada sedikit penurunan tingkat sebesar 0,2 persen dari tahun 2022 sebesar 5,95 persen. Dari segi jumlah penduduk miskin juga terjadi penurunan sebesar 990 jiwa dari tahun 2022 yang sebesar 27.560 jiwa.

"Didalam RPJMD tahun 2021 – 2026, penurunan angka kemiskinan menjadi salah satu target indikator kinerja utama daerah yang harus kita capai,” kata Alang Arianto saat menyampaikan pidato Bupati Kotim.

Dirinya menjelaskan, dalam penanggulangan kemiskinan tidak dapat ditangani sendiri oleh satu sektor tertentu, tetapi harus multi sektor dan lintas sektor dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait untuk meningkatkan efektivitas dan kualitas pencapaian program yang dijalankan.

"Kita berharap dengan kolaborasi program dan kegiatan mulai dari pusat, provinsi, kabupaten sampai dengan desa angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem akan turun,” jelasnya.

Dalam upaya penurunan angka kemiskinan dan percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem di Kotim, pihaknya melaksanakan melalui tiga strategi utama, yakni pengurangan beban pengeluaran masyarakat melalui pemberian bantuan sosial, jaminan sosial dan subsidi.

Kemudian, peningkatan pendapatan masyarakat melalui pemberdayaan  masyarakat  dan  penguatan pelaku usaha mikro dan kecil, seperti bantuan modal usaha, pelatihan, peningkatan sdm pelaku usaha mikro dan lainnya.

Berikutnya, penurunan jumlah kantong- kantong kemiskinan melalui pembangunan infrastruktur pelayanan dasar, seperti pembangunan sanitasi, pembangunan air bersih, peningkatan jalan dan lainnya. dan ini kita laksanakan secara kolaborasi menggunakan anggaran pusat, provinsi, kabupaten dan desa.

"Dengan adanya kegiatan ini langkah langkah strategis dalam rangka upaya penanggulangan kemiskinan dapat lebih tepat sasaran dan tepat mamfaat. Saya juga berharap bahwa kegiatan ini dapat menghasilkan kesepakatan bersama untuk melaksanakan kegiatan yang sistematis, terencana dan bersinergi dalam rangka percepatan penanggulangan kemiskinan di Kotim,” tukasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard