seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

RI HUT

Pj Ketua TP-PKK Apresiasi Penanganan Stunting di Lamandau

by Redaksi - Tanggal 09-10-2024,   jam 06:11:17
Pj Ketua TP-PKK Kabupaten Lamandau sekaligus Bunda PAUD, Febby Surtriani Said Salim. FOTO: BAYU Pj Ketua TP-PKK Kabupaten Lamandau sekaligus Bunda PAUD, Febby Surtriani Said Salim. FOTO: BAYU

SB, NANGA BULIK - Pj Ketua TP-PKK Kabupaten Lamandau sekaligus Bunda PAUD, Febby Surtriani Said Salim beserta jajaran pengurus hadiri kegiatan Kunjungan Kerja ke Posyandu Kumala Bhayangkari, pada Selasa (8/10/2024).

Kegiatan ini merupakan salah satu program intervensi stunting di Kabupaten Lamandau dalam upaya percepatan penurunan stunting di kecamatan Bulik.

Istri Pj Bupati Lamandau Said Salim didampingi Kepala Dinas Kesehatan Rosmawati dan pengurus TP PKK Lamandau menemui ibu hamil dan balita yang tengah mengikuti kegiatan posyandu merupakan salah satu program intervensi stunting. 

Febby Surtriani menyampaikan bahwa hingga saat ini angka stunting di Lamandau masih berada di angka 13%, pihaknya akan terus berusaha keras untuk menekan angka stunting sehingga kedepan Lamandau tidak ada lagi atau zero stunting.

"Kami sedang berusaha keras untuk menurunkan angka ini. Hal ini juga sesuai dengan arahan dari ibu Gubernur Ivo Sugianto Sabran selaku Ketua PKK Provinsi Kalimantan Tengah," ucapnya.

Lanjutnya, adapun tujuan dari kedatangan kami adalah ingin bersilaturrahmi kepada ibu-ibu yang mempunyai balita atau usia anak di bawah lima tahun yang ada di Kecamatan Bulik.

"Dalam hal ini kami mendukung program pemerintah daerah untuk mencegah dan menurunkan angka stunting," jelasnya.

Febby juga menyampaikan bahwa salah satu langkah yang dilakukan adalah melaksanakan program peningkatan gizi bagi ibu hamil yakni membagikan telur kepada para ibu yang datang ke Posyandu. 

"Telur yang kami bagikan diharapkan bisa diolah di rumah dan menjadi makanan bergizi, sehingga dapat membantu menurunkan angka stunting. Kami berharap anak-anak nantinya bisa tumbuh sehat, optimal, dan berprestasi," ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Lamandau Rosmawati, menyebutkan bahwa dalam tiga tahun terakhir, angka stunting di Lamandau menunjukkan fluktuasi. 

"Namun, dari tahun 2022 hingga 2023, terjadi penurunan signifikan dari 25,5% menjadi 13,2%," ungkap Rosmawati.

Dijelaskannya, Pemkab Lamandau terus berupaya menurunkan angka stunting dengan melaksanakan program-program intervensi guna memastikan kebutuhan kecukupan gizi bagi Balita dan ibu hamil di Kabupaten Lamandau.

"Diharapkan dapat membawa Kabupaten Lamandau semakin bebas dari stunting, demi masa depan generasi yang lebih baik," tandasnya. (by/sb)