Akses Jalan Parenggean Perlu Perhatian, Masyarakat Juga Minta Dibangunkan Rumah Ibadah
SB, SAMPIT - Akses Jalan simpang Bajarau sampai Kelurahan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kurang lebih 2,5 kilometer (km) mengalami rusak parah akibat sering banjir.
Padahal jalam tersebut adalah sangat vital karena menghubungkan antar desa, juga sebagai jalan induk menuju Parenggean dan desa lainnya.
Rusaknya jalan tersebut mendapat sorotan dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten setempat, Juliansyah.
Menurutnya, pemerintah juga harus memperhatikan infrastruktur di perdesaan, apalagi ini hasil aspirasi masyarakat sewaktu anggota DPRD Kotim Dapil V melaksanakan reses beberapa waktu lalu.
"Jadi harapan kami pemerintah pada tahun 2023 bisa menganggarkan, sehingga masyarakat di wilayah perdesaan merasa diperhatikan. Jangan sampai nantinya mereka berpikir pemerintah mementingkan tingkat kota saja," sebut Juliansyah.
Disamping itu, lanjut legislator dari Fraksi Gerindra ini menambahkan, masyarakat Kecamatan Parenggean masih kekurangan rumah ibadah yang layak, seperti di Desa Sari Harapan, Desa Tumbang Bajenei dan Desa Sangai.
"Rumah ibadah merupakan sesuatu yang vital dalam keseharian kita, jadi diharapkan pemerintah bisa membantu masyarakat disana dalam membangun rumah ibadah," tegasnya. (ok)