Penyakit Jantung, Ginjal Kronis dan Diabetes Jadi Beban Pembiayaan Tertinggi BPJS di RSUD dr Murjani
SB, SAMPIT - Komplikasi kardiovaskular, penyakit ginjal kronis (PGK), dan diabetes melitus (DM) menjadi salah satu kelompok penyakit yang memberikan beban pembiayaan cukup besar terhadap jaminan kesehatan di RSUD dr Murjani Sampit.
Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany, mengatakan ketiga kondisi tersebut saling berkaitan.
Menurutnya, penyakit jantung, PGK, dan diabetes secara konsisten menjadi bagian dari kasus dengan kebutuhan pembiayaan tinggi karena bersifat kronis, progresif, serta membutuhkan penanganan dalam jangka panjang.
“Komplikasi kardiovaskular, penyakit ginjal kronis, dan diabetes melitus merupakan lingkaran medis yang dikenal sebagai sindrom kardiorenal-metabolik. Ketiga kondisi ini saling memperburuk satu sama lain,” ujar Yulia, Kamis (10/9/2026)
Ia menjelaskan, tingginya pembiayaan tidak terlepas dari karakteristik penyakit yang membutuhkan kontrol dan pengobatan secara terus-menerus. Pasien harus menjalani perawatan jangka panjang, bahkan seumur hidup, untuk menjaga kondisi tetap terkendali.
Salah satu komponen pembiayaan terbesar berasal dari pasien PGK stadium akhir yang membutuhkan terapi pengganti ginjal. Pasien dapat menjalani hemodialisis atau cuci darah secara rutin dua hingga tiga kali dalam sepekan maupun terapi Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD).
“Penyakit-penyakit ini bersifat kronis dan progresif, sehingga membutuhkan perawatan jangka panjang dan kontrol rutin. Ketika sudah masuk PGK stadium akhir, kebutuhan terapi pengganti ginjal juga menjadi komponen pembiayaan yang sangat besar,” jelasnya.
Selain itu, komplikasi pada jantung dan pembuluh darah juga dapat membutuhkan tindakan medis berbiaya tinggi. Penanganannya dapat berupa kateterisasi jantung, pemasangan stent atau ring, hingga tindakan operasi bypass jantung sesuai kondisi pasien.
Beban pembiayaan juga dipengaruhi oleh kebutuhan obat yang cukup banyak. Pasien dengan penyakit jantung, PGK, dan diabetes secara bersamaan umumnya membutuhkan sejumlah obat untuk mengendalikan gula darah, tekanan darah, maupun komplikasi lainnya.
“Pasien dengan kondisi tersebut sering membutuhkan banyak jenis obat secara berkelanjutan, mulai dari obat antidiabetes, antihipertensi, pengencer darah, hingga pengikat fosfat. Kondisi ini turut memengaruhi besarnya kebutuhan pembiayaan pelayanan kesehatan,” pungkasnya. (f1/sb)