Lewati ke konten utama
Pemkab Katingan

Pemkab Katingan Terima Bantuan Masker, Dunia Usaha Diajak Perkuat Penanganan Karhutla

Redaksi 10-09-2026, 13:31 WIB 2 menit baca
Wakil Bupati Katingan, Firdaus didampingi Kadis DLH menerima bantuan masker dari pihak perusahaan untuk dibagikan ke masyarakat. (FOTO:ISTIMEWA)
Wakil Bupati Katingan, Firdaus didampingi Kadis DLH menerima bantuan masker dari pihak perusahaan untuk dibagikan ke masyarakat. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, KASONGAN – Pemerintah Kabupaten Katingan terus memperkuat upaya menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Tak hanya mengandalkan penanganan dari pemerintah, dukungan dari dunia usaha juga mulai diperkuat, terutama dalam membantu masyarakat yang terdampak asap.

Salah satu dukungan datang dari PT Karya Dewi Putra. Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), perusahaan tersebut menyerahkan bantuan lima dus masker kepada Pemerintah Kabupaten Katingan.

Bantuan diterima langsung Wakil Bupati Katingan, Firdaus, didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Katingan, Yobie Sandra, di ruang rapat Kepala DLH Katingan, Kamis (10/9/2026).

Firdaus mengapresiasi kepedulian perusahaan yang ikut mengambil bagian dalam membantu pemerintah menghadapi dampak karhutla. Menurutnya, dukungan tersebut sangat berarti, khususnya untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat ketika kualitas udara mulai terganggu akibat asap.

“Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada PT Karya Dewi Putra yang telah memberikan bantuan masker kepada Pemerintah Kabupaten Katingan. Bantuan ini tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat,” kata Firdaus.

Ia mengatakan, persoalan karhutla tidak hanya berkaitan dengan api yang membakar lahan. Asap yang ditimbulkan juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat dan aktivitas sehari-hari.

“Ketika terjadi karhutla, yang perlu kita pikirkan bukan hanya bagaimana memadamkan api, tetapi juga bagaimana melindungi masyarakat dari dampaknya. Salah satunya melalui penggunaan masker ketika kondisi udara mulai dipenuhi asap,” ujarnya.

Firdaus menilai keterlibatan perusahaan dalam kondisi seperti ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Penanganan karhutla membutuhkan kebersamaan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami berharap dunia usaha, masyarakat dan seluruh pihak dapat bersama-sama membantu pemerintah dalam mencegah dan menangani karhutla,” katanya.

Selain membantu masyarakat menghadapi dampak asap, Firdaus juga mengingatkan pentingnya pencegahan. Menurutnya, upaya memadamkan api setelah kebakaran terjadi membutuhkan tenaga dan sumber daya yang besar. Karena itu, mencegah kebakaran sejak awal jauh lebih penting.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan. Sekecil apa pun api harus kita waspadai, karena dalam kondisi kemarau api bisa dengan mudah menjalar dan sulit dikendalikan,” tegasnya.

Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

“Kalau masyarakat melihat ada kebakaran atau titik api, segera laporkan kepada petugas. Semakin cepat diketahui, semakin cepat pula dilakukan penanganan sehingga api tidak meluas,” imbuh Firdaus.

Sementara itu, Kepala DLH Katingan, Yobie Sandra, turut mendampingi proses penerimaan bantuan tersebut. Bantuan masker selanjutnya diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat maupun petugas dalam menghadapi dampak karhutla.

Pemkab Katingan berharap dukungan dari sektor swasta tidak berhenti pada bantuan kali ini. Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dinilai penting untuk memperkuat berbagai langkah pencegahan, penanganan kebakaran, hingga perlindungan masyarakat.

Dengan keterlibatan berbagai pihak, pemerintah berharap ancaman karhutla di Katingan dapat ditekan dan dampaknya terhadap kesehatan serta aktivitas masyarakat bisa diminimalkan (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard