Lewati ke konten utama
Provinsi

Dua Orangutan Muncul di Kebun Karet Warga Kota Besi, Diduga Terdampak Karhutla

Redaksi 10-09-2026, 11:50 WIB 2 menit baca
Tampak sekitar lokasi kemunculan orangutan yang habis terbakar. (FOTO:ISTIMEWA)
Tampak sekitar lokasi kemunculan orangutan yang habis terbakar. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Kemunculan dua orangutan di kawasan Jalan Batanggung, Kelurahan Kota Besi Hulu, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), membuat warga dan petugas konservasi waspada.

Satwa dilindungi itu dilaporkan terlihat di kawasan hutan karet sekitar dua pekan lalu. Kemunculannya terjadi saat sejumlah kawasan di sekitar habitat alami orangutan terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Informasi tersebut diterima Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit dari Kepala Desa Camba. Petugas kemudian berkoordinasi dengan pihak pelapor untuk memastikan lokasi dan waktu kemunculan kedua orangutan tersebut.

“Dari informasi yang kami terima, orangutan terlihat di areal hutan karet. Untuk saat ini belum ada laporan lanjutan mengenai keberadaannya,” kata Kepala BKSDA Pos Sampit, Muriansyah, Kamis (10/9/2026).

BKSDA meminta warga segera melapor jika kembali melihat orangutan di sekitar permukiman, perkebunan maupun kawasan hutan. Laporan masyarakat diperlukan agar petugas dapat memantau pergerakan satwa dan menentukan langkah penanganan yang tepat.

Muriansyah mengatakan kondisi habitat di sekitar lokasi memang mengalami perubahan setelah karhutla. Sejumlah semak belukar terbakar, sementara kawasan kebun karet dan kelapa sawit masih bertahan dan dirawat masyarakat.

“Karhutla bisa mendorong satwa liar keluar dari habitat atau area yang biasa mereka tempati untuk mencari lokasi yang lebih aman dan masih memiliki sumber pakan,” jelasnya.

Kota Besi sendiri bukan wilayah yang asing dengan kemunculan satwa liar. Dalam beberapa tahun terakhir, BKSDA telah menerima sejumlah laporan terkait orangutan hingga beruang madu di kawasan tersebut. Petugas juga beberapa kali melakukan observasi langsung untuk memantau kondisi satwa.

BKSDA mengingatkan warga agar tidak mendekati, mengejar, memberi makan, apalagi melakukan tindakan yang dapat membahayakan orangutan jika kembali ditemukan.

“Jaga jarak dan segera laporkan kepada petugas jika melihat keberadaan satwa tersebut,” imbau Muriansyah.

Langkah itu penting untuk menjaga keselamatan warga sekaligus mencegah konflik antara manusia dan satwa liar, terutama ketika kondisi habitat sedang terganggu akibat karhutla. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard