Tenaga Pendamping, Mampu Memberikan Pemulihan Terhadap Korban kekerasan
SB, PALANGKA RAYA - Kasus kekerasan pada anak dan perempuan di Kalimantan Tengah sangat memprihatinkan, sehingga sangat dibutuhkan pemulihan psikis melalui pendampingan.
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Provinsi Kalteng melaksanakan kegiatan Pelatihan Tenaga Pendamping Korban Kekerasan Perempuan dan Anak se-Kalimantan Tengah, Senin (28/11/2022) pagi.
Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Suhaemi mengatakan, pendampingan korban kekerasan anak dan perempuan sangat diperlukan dalam upaya penyembuhan bagi mereka.
"Tenaga pendamping ini sendiri, bertugas untuk memberikan pendampingan psikologis dan pemulihan berupa trauma kepada korban kekerasan baik itu anak-anak maupun perempuan," ucapnya saat membuka kegiatan Pelatihan Tenaga Pendamping Korban Kekerasan Perempuan dan Anak se-Kalimantan Tengah di hotel Aquarius.
Tidak hanya itu, kekerasan yang terjadi dibeberapa daerah di Kalimantan Tengah, tentunya menjadi fokus perhatian bersama, termasuk dengan hadirnya tenaga pendamping ini bisa sedikit banyak membantu mereka yang menjadi korban kekerasan.
"Kita berharap melalui petugas pendamping ini bisa memberikan pelatihan kepada para pendamping, agar bisa melahirkan sumber daya manusia yang berkompeten. Dan mampu melaksanakan tanggung jawab dalam upaya mempercepat pemulihan kesehatan dan mental korban, yang mengalami tindak kekerasan," ungkapnya. (ok)