Kadisdik Kotim Berharap 2025 Tidak Ada Dikriminalitasi Pada Guru
SB, SAMPIT - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur Muhammad Irfansyah berharap pada tahun 2025 ini, dalam menjalankan tugas yaitu memberikan pelayanan pendidikan guru jangan sampai di kriminalitas.
"Karena peran guru sangat strategis dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang berfokus pada pengembangan siswa tidak hanya di bidang akademik namun juga pembinaan karakter," kata Irfansyah, Senin (6/1/2025).
Irfansyah mengatakan, dalam pemberian pelayanan kepada siswa guru jangan sampai di kriminalisasi oleh siswa ataupun orang tua siswa. Dirinya berharap tidak ada lagi di Kriminalisasi seperti tahun 2024 lalu.
"Belum lama ini ada seminar di hari guru, dan memang ada beberapa guru-guru kita yang ketakutan di kriminalisasi. Hal itu lantaran ada beberapa kejadian di Kotim karena kesalahan komunikasi, guru dilaporkan oleh orang tuanya karena merasa apa yang dilakukan guru terlalu berat kepada siswanya,"ujarnya
Meski demikian lanjutnya permasalahan itu dapat terselesaikan. Dalam hal ini dirinya juga mengingatkan bahwa sudah ada undang- undang yang mengatur perlindungan guru dalam menjalankan tugasnya yaitu dari Kementerian yang dikeluarkan pada November 2023 lalu berkaitan dengan petunjuk teknis tentang perlindungan kepada pengawas, kepala sekolah dan tenaga pendidikan dalam melaksanakan tugas.
"Perlu digarisbawahi yaitu dalam melaksanakan tugas bukan, karena guru wajib memberikan disiplin kepada anak juga agar dalam pembelajaran yang tidak tahu menjadi tahu, yang salah memang harus kita beri punishment sementara yang baik bisa kita berikan reward," ucapnya.
Misalnya kata Irfan, di bidang keagamaan harus menyetor hafalan ayat sehingga punishment yang diberikan juga bersifat mendidik.
"Di era digitalisasi ini memang kita harus sangat berhati-hati dan komunikasi dengan orang tua juga harus selalu ditingkatkan oleh pihak sekolah agar tidak terjadi kesalahpahaman. Maka dari itu, kolaborasi yang ditingkatkan tidak hanya di lingkungan internal sekolah saja namun juga eksternal, seperti komite, orang tua siswa, hingga RT dan masyarakat setempat," tutupnya. (f1/sb)